HALTENG – Kilasanindonesia.com.
Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Tim Psikologi Biro SDM Polda Maluku Utara melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak terdampak konflik di wilayah Kabupaten Halmahera Tengah, Senin (6/4/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Dansat Brimob Polda Maluku Utara dan Kapolres Halmahera Tengah sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap pemulihan kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak sebagai kelompok rentan pasca konflik.
Pelaksanaan trauma healing dilakukan melalui berbagai pendekatan psikologis yang bersifat rekreatif dan edukatif, antara lain permainan interaktif, komunikasi langsung, serta pemberian bingkisan kepada anak-anak. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi dampak trauma serta mengembalikan rasa aman dan nyaman.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polri berinteraksi secara langsung dengan anak-anak guna menciptakan suasana yang kondusif dan menyenangkan, sehingga diharapkan mampu membantu proses pemulihan mental secara bertahap.
Kabidhumas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram W., menyampaikan bahwa kegiatan trauma healing merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, tidak hanya dari aspek keamanan, tetapi juga pemulihan psikologis.
“Polri berupaya hadir secara menyeluruh dalam membantu masyarakat, termasuk dalam mendukung pemulihan mental anak-anak agar dapat kembali menjalani aktivitas secara normal,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sinergi dengan berbagai pihak akan terus dilakukan guna mempercepat proses pemulihan masyarakat pasca konflik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kondisi psikologis anak-anak terdampak dapat berangsur pulih serta tercipta situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. (Bur/red).






Tinggalkan Balasan