HALTIM — PT Sumberdaya Arindo (SDA), bagian dari Antam Group, terus mendorong peningkatan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Sebanyak 30 warga lingkar tambang di Kecamatan Maba dan Maba Kota, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), kini mengikuti pelatihan dan sertifikasi pengelasan.
Program yang bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bina Ilmu tersebut resmi dibuka pada Kamis (8/10/2026) dan akan berlangsung selama satu bulan.
Pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan keterampilan teknis masyarakat lokal sekaligus membuka peluang lebih luas bagi peserta untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Menariknya, pelatihan tersebut tidak hanya diikuti kaum laki-laki. Sejumlah perempuan turut ambil bagian dalam bidang pengelasan yang selama ini identik dengan pekerjaan teknis yang didominasi laki-laki.
Manajer CSR PT SDA, Ikhwan Pratama, mengatakan peningkatan kompetensi masyarakat merupakan bagian penting dalam mempersiapkan tenaga kerja lokal menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang di Halmahera Timur.
Menurutnya, masyarakat di sekitar kawasan tambang perlu memiliki keterampilan yang memadai agar mampu mengambil peran sekaligus memperoleh manfaat dari perkembangan industri di daerah.
“Tujuannya memang kita memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat melalui peningkatan skill, kompetensi teknis, dalam rangka kita menyambut adanya kawasan industri,” ujar Ikhwan dalam sambutannya.
Untuk memastikan pelatihan berlangsung secara profesional, PT SDA menggandeng LPK Bina Ilmu sebagai lembaga pelaksana. Peserta akan mendapatkan pembelajaran teknik pengelasan secara terarah sebelum mengikuti proses sertifikasi kompetensi.
Ikhwan menyebutkan, 30 peserta berasal dari berbagai desa di lingkar tambang. Keterlibatan perempuan dalam pelatihan tersebut dinilai menjadi salah satu hal positif karena menunjukkan semakin terbukanya kesempatan bagi masyarakat untuk menguasai keterampilan teknis.
“Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 30 orang peserta dari berbagai desa di lingkar tambang. Menariknya, dari total peserta tersebut, terdapat keterlibatan peserta perempuan yang turut ambil bagian untuk menguasai bidang teknik yang selama ini didominasi oleh kaum laki-laki,” katanya.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius, disiplin, dan fokus. Kesungguhan peserta, kata Ikhwan, menjadi kunci agar keterampilan yang diberikan instruktur dapat dikuasai secara maksimal hingga proses sertifikasi selesai.
Selain keterampilan teknis, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi perhatian utama dalam pelatihan. Peserta diingatkan untuk menjadikan keselamatan sebagai bagian dari kebiasaan kerja, baik selama mengikuti pelatihan maupun ketika nantinya memasuki dunia industri.
Pelaksanaan program tersebut turut mendapat dukungan pemerintah desa. Ikhwan mengapresiasi Kepala Desa Buli Karya dan Kepala Desa Buli Asal yang ikut memastikan warga dari kedua desa tersebut dapat mengikuti pelatihan dengan tertib.
“Kehadiran para kepala desa ini menjadi bukti kuat adanya sinergi yang harmonis antara pihak perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat,” ucapnya.
PT SDA juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Halmahera Timur atas dukungannya terhadap program peningkatan keterampilan tersebut.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada PT Halmahera Sumber Anugrah (HSA) yang menyediakan fasilitas workshop sebagai lokasi pelaksanaan pelatihan.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Halmahera Timur mengapresiasi langkah PT SDA dalam meningkatkan keterampilan masyarakat di sekitar wilayah tambang.
Ia menyebutkan, program pemberdayaan tersebut menyasar masyarakat dari lima desa di sekitar kawasan tambang. Dengan demikian, manfaat program diharapkan tidak hanya dirasakan oleh kalangan karyawan perusahaan, tetapi juga masyarakat lokal.
Menurutnya, pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri merupakan langkah strategis untuk menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten dan memiliki daya saing.
Pemerintah daerah berharap program serupa dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak masyarakat lokal yang memiliki kompetensi, sertifikasi, dan kesempatan untuk mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi maupun kebutuhan tenaga kerja di wilayah Halmahera Timur.





Tinggalkan Balasan