HALTIM – Rencana pembangunan jembatan layang di Kabupaten Halmahera Timur masih berada pada tahap komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat sebagai persiapan pelaksanaan pada tahun 2026.

Kepala Dinas Perhubungan Halmahera Timur, Dwi Cahyono, menyampaikan bahwa pada Desember 2025 lalu, DPRD Haltim Komisi III bersama Dinas Perhubungan telah melakukan pertemuan langsung di kantor pusat guna menanyakan keseriusan PT NKA dalam merealisasikan pembangunan jembatan layang tersebut.

“Pertemuan itu untuk memastikan komitmen PT NKA dalam pembangunan jembatan layang,” ujar Dwi.

Menurutnya, pembangunan jembatan layang menjadi kebutuhan mendesak, mengingat kondisi iklim dan kontur tanah di lokasi yang kurang stabil. Selain itu, aliran air kerap mengikis badan jalan sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Karena kondisi tanah dan air yang terus mengikis, maka perlu adanya jembatan layang agar kualitas dan keamanan jalan tetap terjaga,” jelasnya.

Dwi menambahkan, pada Desember lalu tahapan perencanaan masih sebatas penyediaan pembangunan flyover. Namun hingga kini, pihaknya belum menerima informasi lanjutan dari tim pusat terkait perkembangan tersebut.

Meski demikian, Dinas Perhubungan Haltim tetap optimistis proyek ini akan berjalan. Pasalnya, proses yang digunakan adalah mekanisme pemilihan, bukan penunjukan langsung, sehingga dipastikan akan ada pemenang tender setelah melalui tahapan verifikasi.

“Kalau tidak ada kendala, kami yakin pembangunan jembatan layang ini bisa dilaksanakan pada tahun 2026,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar rencana pembangunan flyover tidak hanya berhenti pada tataran wacana, melainkan benar-benar diimplementasikan melalui tindakan nyata. Peran masyarakat dalam mengawasi proses pembangunan juga dinilai sangat penting.

“Jangan sampai proyek ini hanya berhenti di proses tender saja. Kalau sudah ada pemenang, jangan menunggu terlalu lama untuk mulai dikerjakan,” pungkasnya. (MAN)