SANANA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kepulauan Sula mengakibatkan talud penahan banjir di Desa Baleha, Kecamatan Sulabesi Timur, ambruk pada Rabu (08/4/2026) pagi.

Talud yang rusak tersebut diperkirakan sepanjang 20 meter dengan tinggi mencapai 4 meter. Kerusakan ini diduga akibat gerusan air yang terus mengikis bagian dasar bangunan hingga akhirnya roboh.

Salah satu warga Desa Baleha, Mandala, menjelaskan bahwa hujan turun selama kurang lebih tiga jam sejak pagi hari hingga menyebabkan banjir di wilayah tersebut.

Menurutnya, meskipun luapan air tidak terlalu deras, aliran sungai tetap menggerus pondasi talud yang berada di bagian bawah.

“Hujan dari pagi sampai kurang lebih tiga jam hingga terjadi banjir. Sementara luapan tidak terlalu keras, namun pondasi talud di bawah digerus aliran kali, sehingga talud langsung ambruk,” ujar Mandala.

Mandala juga mengungkapkan bahwa kejadian serupa bukan pertama kali terjadi. Sekitar satu tahun lalu, talud di lokasi yang sama juga pernah mengalami kerusakan.

Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk menangani kondisi tersebut, mengingat kerusakan talud berpotensi membahayakan lingkungan dan masyarakat sekitar. Respons dari instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sula dinilai sangat mendesak.