Tidore- Anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan, Kasman Ulidam, akhirnya angkat bicara terkait polemik penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang menyeret namanya. Dengan tegas, Kasman membantah tudingan bahwa dirinya menjadi pihak yang mengatur ataupun mencetak SIM bagi peserta pelatihan.
“Perlu saya tegaskan, SIM itu bukan lahir dari saya dan bukan saya yang mencetak. Jangan menggiring opini seolah-olah semua itu saya yang atur,” tegas Kasman.
Kasman menjelaskan, persoalan tersebut berawal dari komunikasi antar teman yang saling meminta bantuan. Menurutnya, tidak ada program khusus ataupun kepentingan pribadi dalam kegiatan tersebut.
“Kalau itu program saya atau jatah saya, tentu saya yang pegang dan atur langsung. Faktanya tidak seperti itu. Ini hanya teman minta bantu teman,” ujarnya.
Ia juga menepis anggapan bahwa dirinya memiliki kewenangan mengatur penerbitan SIM hanya karena berstatus anggota DPRD.
Menurut Kasman, tudingan tersebut tidak masuk akal.
“Jangan karena saya anggota DPRD lalu semua dikaitkan dengan saya. Apa hubungannya DPRD dengan proses penerbitan SIM? Itu harus dipahami,” katanya.
Kasman menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan sebenarnya merupakan pelatihan keterampilan bagi masyarakat. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dan membantu menekan angka pengangguran.
“Saya punya kewajiban membantu masyarakat melalui pelatihan keterampilan dan peningkatan kompetensi, bukan mencetak SIM,” terang Kasman.
Ia mengaku kecewa karena persoalan tersebut berkembang menjadi spekulasi liar di tengah masyarakat. Menurutnya, banyak pihak langsung membangun opini tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya.
“Kalau hanya membangun isu dan spekulasi, itu jahat. Jangan membentuk opini seolah-olah saya dalang dari semua ini, padahal faktanya tidak demikian,” pungkas Kasman.






Tinggalkan Balasan