SOFIFI – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Maluku Utara melalui Bidang Pengawasan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) menggelar kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Calon Ahli K3 Umum yang berlangsung di Aula Hotel Bolote Sofifi, Minggu (7/6/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh 25 peserta dari 10 kabupaten/kota se-Maluku Utara ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di dunia kerja, khususnya pada sektor industri yang terus berkembang di Maluku Utara.
Kepala Bidang Pengawasan dan Hubungan Industrial Disnakertrans Maluku Utara, Nirwan M. Turuy, dalam sambutannya mewakili Kepala Disnakertrans Malut, Marwan Polisiri, mengatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan implementasi program Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, dan Wakil Gubernur, Sarbini Sehe, untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal.
Menurut Nirwan, pemerintah daerah berkomitmen mendorong masyarakat Maluku Utara agar tidak hanya menjadi pekerja kasar atau non-skilled worker, tetapi mampu menjadi tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan keahlian sesuai kebutuhan industri.
“Sejak berkembangnya industri pertambangan di Maluku Utara, Ibu Gubernur meminta kami untuk terus melaksanakan pelatihan-pelatihan seperti ini. Tujuannya agar tenaga kerja yang terserap di perusahaan adalah mereka yang memiliki keterampilan. Salah satunya melalui pelatihan Ahli K3 Umum yang saat ini sedang kita laksanakan,” ujar Nirwan yang akrab disapa Cikal.
Ia menegaskan bahwa pelatihan K3 memiliki peran penting dalam membekali peserta dengan pemahaman tentang kesehatan dan keselamatan kerja, sehingga mereka dapat memahami prosedur dan langkah-langkah yang harus dilakukan saat berada di lingkungan kerja.
“Selama 12 hari, 25 peserta yang mengikuti pelatihan ini akan digembleng oleh para pemateri yang kompeten di bidang K3, baik secara teori maupun praktik. Setelah pelatihan ini mereka diharapkan memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai,” katanya.
Nirwan juga menjelaskan bahwa seluruh peserta mengikuti pelatihan secara gratis. Mereka berasal dari berbagai daerah di Maluku Utara dan mendapatkan kesempatan untuk memperoleh sertifikasi resmi yang diakui oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
“Pelatihan ini bersertifikasi Kemenaker RI. Karena itu peserta diharapkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik dan sungguh-sungguh. Pada tahap akhir akan ada ujian, sehingga apabila tidak mengikuti atau mengerjakannya dengan baik, peserta bisa dinyatakan tidak lulus,” tegasnya.
Melalui pelatihan tersebut, Disnakertrans Maluku Utara berharap dapat melahirkan tenaga kerja yang kompeten di bidang kesehatan dan keselamatan kerja, sekaligus meningkatkan daya saing putra-putri daerah dalam menghadapi kebutuhan tenaga kerja pada sektor industri dan pertambangan yang terus berkembang di Maluku Utara.




Tinggalkan Balasan