Halmahera Utara — Kilasanindonesia.com.
Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K., memimpin langsung pelaksanaan pengamanan bentrokan antarwarga Desa Kira dan Desa Duma, Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara, pada Selasa (31/03).
Pengamanan tersebut melibatkan personel gabungan TNI dan Polri sebagai upaya mencegah meluasnya konflik serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolres bersama Dandim 1508 Tobelo, Letkol Inf Alex Donald M.L. Gaol, S.E., memimpin apel pengecekan personel pada pukul 00.50 WIT. Usai apel, personel dibagi ke sejumlah titik untuk melaksanakan penyisiran di kedua desa guna membubarkan warga yang masih berada di luar rumah.
Dalam kegiatan tersebut, petugas mengamankan dua warga Desa Kira yang ditemukan berada di sekitar tempat kejadian perkara dengan membawa senjata tajam jenis parang. Keduanya selanjutnya dibawa ke Pos Pengamanan Desa Duma untuk menjalani pemeriksaan.
Pada pagi hari, Kapolres kembali memimpin apel dan menginstruksikan personel untuk melakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah, khususnya terkait kepemilikan senapan angin dan katapel yang berpotensi digunakan dalam konflik.
Kasi Humas Polres Halmahera Utara, Iptu Hopni Saribu, S.H., menyatakan bahwa pengamanan dilakukan secara maksimal dengan menempatkan personel di sejumlah titik rawan serta melaksanakan patroli guna memantau situasi.
Selain pengamanan, aparat juga melakukan penyelidikan awal untuk mengetahui penyebab bentrokan serta mendorong upaya rekonsiliasi melalui pendekatan persuasif bersama tokoh masyarakat dan pemerintah setempat.
Sebanyak lebih dari 200 personel gabungan dikerahkan dalam operasi tersebut, terdiri dari unsur Polri, TNI, dan Brimob Batalyon C Tobelo, yang ditempatkan pada sejumlah titik strategis guna mengantisipasi potensi gangguan lanjutan. ( Bur/red).



Tinggalkan Balasan