HALUT – Kilasanindonesia.com.
Kepolisian Daerah Maluku Utara (Polda Malut) memfasilitasi pertemuan lintas elemen dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Halmahera Utara, Senin (30/3/2026) malam.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Kapolres Halmahera Utara, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, tersebut dihadiri oleh unsur aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Pertemuan ini merupakan bagian dari langkah preventif Polda Malut dalam meredam potensi konflik serta menciptakan situasi yang kondusif pasca dinamika yang berkembang di masyarakat.

Direktur Intelijen Keamanan Polda Malut, Kombes Pol. Yushfi M. Nasution, S.H., S.Sos., S.I.K., M.Hum., yang memimpin langsung kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa forum dialog lintas elemen ini bertujuan untuk memperkuat komunikasi serta mencegah terjadinya kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Polda Malut berkomitmen untuk memastikan komunikasi antar elemen tetap terjalin dengan baik guna meminimalisir potensi gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si., menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan responsif Polda Malut dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayahnya.

“Pemerintah daerah mendukung penuh upaya yang dilakukan oleh Polda Malut dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, para tokoh agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Halmahera Utara turut memberikan klarifikasi terhadap isu yang berkembang di masyarakat. Disampaikan bahwa tidak ditemukan adanya unsur penistaan agama dalam percakapan yang sempat beredar.

Para tokoh agama juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga toleransi serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Ericshon Pasaribu, S.I.K., menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan langkah persuasif serta pendalaman terhadap insiden yang sempat terjadi, guna memastikan penanganan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Lebih lanjut, seluruh elemen yang hadir dalam kegiatan tersebut menyepakati komitmen bersama untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi, serta berperan aktif dalam menyampaikan klarifikasi apabila ditemukan informasi yang tidak sesuai fakta.

Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat sinergitas antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Halmahera Utara secara berkelanjutan.(Bur/red).