SOFIFI – Kilasanindonesia.com.
Polda Maluku Utara mengerahkan 73 personel gabungan dalam rangka percepatan penanganan pascagempa bumi di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate. Pemberangkatan personel dan bantuan logistik dilaksanakan dari Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate, pada Kamis (2/4).

Personel gabungan tersebut diberangkatkan menggunakan Kapal Negara Perintis (KNP) 358 milik KPLP KSOP Kelas II Ternate. Keterlibatan lintas instansi meliputi unsur Polri, TNI, serta sejumlah lembaga pemerintah dan organisasi terkait.

Dari unsur kepolisian, sebanyak 11 personel Polres Ternate dipimpin oleh KBO Sat Samapta Polres Ternate, IPDA Sabohe Moni, serta 8 personel Brimob Polda Maluku Utara di bawah komando IPDA Fajir. Selain itu, turut terlibat 12 personel TNI, 13 personel KPLP KSOP Kelas II Ternate, 12 personel BPBD, 4 personel Baznas, 6 personel Dinas Sosial, 2 personel ORARI, 2 personel Kesbangpol, 2 personel Basarnas, dan 1 personel Kementerian Sosial.

Adapun bantuan logistik yang disalurkan terdiri atas 1,5 ton beras, mi instan, telur, air mineral, serta ratusan paket makanan siap saji. Selain itu, bantuan juga mencakup perlengkapan kebutuhan dasar lainnya seperti matras, selimut, tenda, terpal, perlengkapan keluarga, serta kebutuhan anak-anak. Bantuan tersebut bersumber dari Baznas Kota Ternate, BPBD Kota Ternate, dan Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Dalam pelaksanaan tugas, tim SAR dilengkapi dengan perlengkapan keselamatan standar berupa rompi pelampung (life jacket) dan helm SAR guna menunjang keamanan selama proses distribusi.

Komandan Satuan Brimob Polda Maluku Utara, Kombes Pol Handri Wira Suriyana, S.I.K., M.A.P., menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung penanganan bencana serta menjamin keselamatan masyarakat terdampak.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol Wahyu Istanto Bram W., S.H., S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa kehadiran aparat tidak hanya bertujuan mengamankan proses distribusi bantuan, tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat pascagempa. Pihaknya turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Melalui langkah tersebut, diharapkan proses penyaluran bantuan dapat berjalan dengan tertib, aman, dan tepat sasaran, sehingga kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa di Pulau Batang Dua dapat segera terpenuhi, jelasnya (Bur/red).