SOFIFI – Kilasanindonesia.com.
Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati pada 1 Juli 2026, Polda Maluku Utara menggelar Doa Bersama Lintas Agama di Pendopo Polda Maluku Utara, Selasa (30/6). Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, serta memohon doa agar Polri senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.
Kegiatan dihadiri Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.H., didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Maluku Utara, Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, S.I.K., S.H., M.Hum., Irwasda Polda Maluku Utara, para pejabat utama, personel Polri, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat dari berbagai agama.
Dalam sambutannya, Kapolda Maluku Utara menegaskan bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan sekadar perayaan hari jadi institusi, tetapi juga menjadi momentum refleksi untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
“Tepat pada 1 Juli 2026, Polri memasuki usia ke-80. Delapan dekade pengabdian ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus berbenah, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang Presisi,” ujar Kapolda.
Kapolda juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan Maluku Utara. Menurutnya, semangat Marimoi Ngone Futuru harus terus dipelihara sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
“Kehadiran para pemuka agama dalam doa bersama ini menunjukkan bahwa persaudaraan dan toleransi merupakan modal utama dalam menjaga keamanan daerah. Sinergi antara Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa harus terus diperkuat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” katanya.
Selain itu, Kapolda mengajak masyarakat bersama-sama menangkal penyebaran hoaks, provokasi, paham radikalisme, serta berbagai potensi konflik sosial yang dapat mengganggu persatuan bangsa.
Doa bersama dipimpin secara bergantian oleh para pemuka agama Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, dan Hindu. Seluruh peserta memanjatkan doa agar Polri senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, keselamatan, dan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Momentum tersebut menjadi simbol kuatnya persatuan lintas agama di Maluku Utara sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam menjaga kerukunan, kedamaian, dan stabilitas keamanan daerah.
Melalui kegiatan ini, Polda Maluku Utara berharap semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi milik institusi Polri, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Maluku Utara yang aman, damai, dan sejahtera. (Bur/red).

Tinggalkan Balasan