HALTIM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat, menegaskan pentingnya kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari tanggung jawab dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Ricky saat memimpin apel gabungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur di halaman Kantor Bupati Haltim, Jalan Pusat Kota Maba, Senin (14/9/2026).
Di hadapan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan ratusan ASN, Ricky mengatakan jabatan Sekda tidak hanya berkaitan dengan tugas administratif pemerintahan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sebagai pembina ASN di lingkungan Pemkab Haltim.
“Jabatan Sekda itu ibarat ayah bagi seluruh ASN,” tegas Ricky dalam arahannya.
Menurutnya, sebagai pembina ASN, Sekda harus mampu menjadi teladan dalam hal disiplin, etika kerja, tanggung jawab, serta komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ricky menjelaskan, Sekda juga memiliki peran strategis dalam meneruskan kebijakan dan instruksi kepala daerah kepada seluruh perangkat pemerintahan. Karena itu, setiap ASN dituntut memahami tugas dan fungsi masing-masing serta melakukan evaluasi terhadap kinerja yang telah dijalankan.
Namun, dalam apel tersebut Ricky secara terbuka menyoroti persoalan kedisiplinan yang masih terjadi di lingkungan Pemkab Haltim.
Ia mengaku masih menemukan sejumlah ASN yang tidak hadir dalam apel tanpa alasan yang jelas.
“Terutama masalah kedisiplinan. Saya lihat masih banyak yang absen hari ini,” ujarnya dengan nada tegas.
Menurut Ricky, persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele. Sebab, kedisiplinan merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun birokrasi yang efektif, profesional, dan bertanggung jawab.
Ia menilai disiplin menjadi penghubung antara target pekerjaan dengan hasil yang hendak dicapai. Tanpa kedisiplinan, target pemerintahan berpotensi tidak tercapai secara maksimal.
“Disiplin membuat seseorang bekerja secara teratur dan sesuai standar. Ini penting untuk membangun budaya kerja yang bertanggung jawab dan profesional,” katanya.
Lebih jauh, Ricky menekankan bahwa kepatuhan terhadap aturan bukan semata-mata karena adanya pengawasan dari atasan. Menurutnya, ASN harus memiliki kesadaran pribadi untuk menjalankan kewajiban dan menyelesaikan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab.
Karena itu, ia meminta seluruh ASN Pemkab Haltim menjadikan disiplin sebagai budaya kerja, bukan sekadar kewajiban ketika ada apel atau ketika sedang diawasi pimpinan.
“Setelah ini saya harap ASN benar-benar lebih disiplin dan menunjukkan kerja yang profesional. Jangan tiba-tiba absen tanpa alasan yang jelas,” tandasnya.
Ricky berharap teguran tersebut menjadi bahan evaluasi bagi seluruh ASN agar ke depan tingkat kehadiran, disiplin, dan kualitas pelayanan pemerintahan di Kabupaten Halmahera Timur dapat semakin baik.





Tinggalkan Balasan