HALBAR – Bagi jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Loloda, evakuasi bukan sekadar memindahkan warga dari satu tempat ke tempat lain. Lebih dari itu, ini adalah misi kemanusiaan demi memastikan setiap nyawa terlindungi.
Prinsip tersebut mendorong Kapolsek Loloda, Ipda Ibrahim La Ja’a, S.H., M.H., kembali menempuh perjalanan sejauh 4 mil menuju Desa Totala Jaya, Kecamatan Loloda, pada Rabu (14/1). Bersama Danramil Loloda dan personel gabungan, ia menjemput 11 warga terakhir yang masih bertahan di wilayah rawan banjir dan tanah longsor.
“Kami tidak bisa tidur nyenyak jika masih ada warga, apalagi lansia dan balita, yang berada di zona bahaya. Evakuasi ini untuk memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal atau terlupakan,” ujar Ipda Ibrahim.
Dari 11 warga yang dievakuasi menggunakan perahu bodi fiber, terdapat dua orang lanjut usia dan satu balita. Proses evakuasi berlangsung dengan penuh kehati-hatian. Personel Polri terlihat membopong lansia serta menggendong balita ke atas perahu, sembari menenangkan mereka di tengah perjalanan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas kekhawatiran warga terhadap potensi bencana susulan. Kehadiran aparat kepolisian secara langsung di lokasi pun memberikan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat Desa Totala Jaya yang tengah dilanda duka.
“Polri hadir bukan hanya saat kondisi aman, tetapi harus berada di garis terdepan ketika masyarakat menghadapi kesulitan. Keselamatan warga adalah hukum tertinggi bagi kami,” tegas Kapolsek, mengutip prinsip Salus Populi Suprema Lex Esto.
Saat ini, seluruh warga Desa Totala Jaya telah dievakuasi dan berada dalam kondisi aman di Posko Pengungsian SD Inpres 27 Halmahera Barat, Desa Kedi.






Tinggalkan Balasan