SANANA – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babussalam Sula, Maluku Utara, menggelar rapat pembekalan pelaksanaan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bagi mahasiswa Jurusan Tarbiyah, Selasa (15/4/2026).
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam dan Pendidikan Agama Islam sebagai bagian dari persiapan sebelum terjun langsung ke lapangan.
Ketua STAI Babussalam Sula, Sahrul Takim, dalam sambutannya mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program tersebut. Ia menegaskan bahwa PPL merupakan bagian penting dalam proses pendidikan tinggi, khususnya dalam mencetak tenaga pendidik yang profesional dan berakhlak.
Sebanyak 42 mahasiswa Jurusan Tarbiyah akan mengikuti PPL tahun 2026. Mereka akan ditempatkan di enam sekolah dan madrasah yang tersebar di wilayah Kecamatan Sanana Utara, Sulabesi Barat, dan Sulabesi Selatan.
“Pelaksanaan PPL dibagi dalam dua tahap, yakni pembekalan selama dua hari dan penempatan mahasiswa di lokasi praktik selama dua bulan, terhitung mulai 15 April hingga 15 Juni 2026,” ujarnya.
Menurut Sahrul, kegiatan ini tidak sekadar menjadi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi sarana strategis bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan serta mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.
“Mahasiswa tidak hanya belajar mengajar, tetapi juga mendidik, membimbing, dan menjadi teladan bagi peserta didik,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kompetensi manajerial bagi mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam, mulai dari perencanaan hingga evaluasi program pendidikan.
Sementara itu, mahasiswa Pendidikan Agama Islam diharapkan mampu menyampaikan nilai-nilai keislaman secara bijaksana dan kontekstual.
Lebih lanjut, Sahrul menyoroti tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks akibat perkembangan teknologi dan tuntutan globalisasi. Karena itu, mahasiswa diminta untuk menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan.
“Kepada para mahasiswa, penting untuk menjaga nama baik almamater selama menjalani PPL. Disiplin, tanggung jawab, serta keterbukaan terhadap kritik dan masukan di lingkungan praktik harus terus dijaga,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihak kampus berharap lembaga mitra dapat memberikan bimbingan dan pengalaman terbaik kepada mahasiswa. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Kegiatan PPL ini diharapkan berjalan lancar dan memberikan manfaat besar, baik bagi mahasiswa maupun institusi pendidikan yang terlibat, serta menjadi langkah awal dalam mencetak tenaga pendidik profesional di wilayah Maluku Utara, khususnya di Kepulauan Sula,” tutupnya.








Tinggalkan Balasan