HALTIM – Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, resmi meluncurkan tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai dapur pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketiganya masing-masing berada di Mekarsari, Dakaino, dan Rawamangun.

Peresmian dipusatkan di Desa Mekarsari, Kamis (5/2/2026), dan dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Haltim.

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan bahwa kehadiran SPPG merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap program strategis nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto melalui MBG.

Ia bahkan mengaku mendapat instruksi langsung dari Bupati agar memprioritaskan peresmian tersebut.

“Sejak kemarin saya ditelepon Pak Bupati agar tidak melakukan aktivitas lain sebelum meresmikan SPPG Mekarsari. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengawal program strategis nasional,” ujar Sekda.

Awalnya, pemerintah daerah hanya dijadwalkan meresmikan satu lokasi, yakni SPPG Mekarsari, sesuai undangan dari pengelola Yayasan Jaya Usaha Bersama. Namun setibanya di lokasi, mereka mendapat kejutan dengan tambahan dua SPPG lainnya yang juga siap dioperasikan.

“Kami dari Maba tidak menyangka akan ada dua tambahan. Awalnya hanya Mekarsari, tetapi hari ini kita bisa meresmikan tiga sekaligus. Tentu ini menjadi kebahagiaan sekaligus kemajuan bagi daerah,” katanya.

Sekda turut memberikan apresiasi kepada Koordinator MBG Haltim, Ifa, bersama tim yang dinilai bekerja keras menyiapkan operasional ketiga SPPG tersebut.

“Saya berterima kasih kepada Ibu Ifa dan seluruh tim. Berkat kerja keras mereka, hari ini tiga SPPG bisa diresmikan sekaligus,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya aspek higienitas dan keamanan pangan dalam operasional dapur MBG. Untuk memastikan standar kesehatan terpenuhi, Pemkab sengaja melibatkan Dinas Kesehatan dalam pengawasan.

Menurutnya, sejumlah daerah lain sempat menghadapi persoalan kebersihan makanan yang diproduksi SPPG. Hal itu diharapkan tidak terjadi di Halmahera Timur.

“Kami ingin Dinas Kesehatan benar-benar melakukan pendampingan. Tadi sudah ada pembagian sertifikat pelatihan bagi staf. Dalam waktu dekat juga akan ada sertifikat higienitas. Ini penting demi keamanan anak-anak kita,” jelasnya.

Lebih jauh, Sekda menegaskan bahwa program MBG tidak boleh dipandang sebagai pemborosan anggaran. Justru sebaliknya, program ini dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas generasi muda dan menekan angka stunting.

Ia menjelaskan, sasaran MBG mencakup anak usia sekolah mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA, dan ke depan akan diperluas bagi ibu hamil serta ibu menyusui.

“Kita jangan terpengaruh anggapan bahwa ini pemborosan. Ini program strategis untuk menurunkan stunting sampai ke tingkat paling rendah. Manfaatnya sangat besar bagi generasi kita,” tegasnya.

Dengan beroperasinya tiga SPPG tersebut, Pemkab Haltim berharap pelayanan pemenuhan gizi bagi anak-anak dan kelompok rentan semakin optimal serta berdampak nyata pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat.