TIDORE – Visobola bersama Garuda Tomagoba menggelar turnamen sepak bola bertajuk Fourfeo Kapita di Stadion Tomagoba pada 13–14 Februari. Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan serta penguatan ekosistem sepak bola lokal di Kota Tidore Kepulauan.
Rangkaian pertandingan dibagi dalam tiga sesi, yakni Jumat sore, Jumat malam, dan Sabtu malam. Skema ini memberi kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk menyaksikan laga secara berkelanjutan.
Empat tim dengan rekam jejak prestasi dipastikan ambil bagian, yaitu:
PS Gurua – juara bertahan Fourfeo
Garuda Tomagoba – tuan rumah
Poram Mareku – juara bertahan Topment U-23 2024
Perstug Tugiha – juara bertahan SD Super League 2026
Turnamen menggunakan sistem kompetisi penuh (round robin), di mana seluruh tim saling bertanding. Tim dengan perolehan poin tertinggi akan keluar sebagai juara dan berhak atas bonus penghargaan.
Perwakilan Garuda Tomagoba dan Visobola, Hanta Al Toduho, menegaskan bahwa Fourfeo Kapita tak hanya mengejar hasil akhir pertandingan, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan.
“Turnamen ini kami rancang sebagai ruang belajar bersama. Sepak bola harus tumbuh melalui kerja sama dan saling mendukung. Inilah esensi simbiosis mutualisme yang ingin kami bangun melalui Fourfeo Kapita,” ujarnya.
Konsep tersebut menekankan bahwa seluruh unsur—pemain, tim, suporter, hingga penyelenggara—saling membutuhkan untuk menciptakan iklim olahraga yang sehat dan berkelanjutan.

Respons positif juga datang dari peserta.
Perwakilan Poram Mareku, Jeky Lapasco, berharap turnamen ini berdampak pada peningkatan kualitas timnya.
“Semoga Fourfeo ini menambah pengalaman dan kekompakan tim. Kami juga berharap kegiatan berjalan lancar sampai selesai,” katanya.
Sementara itu, Rahab Harun dari Perstug Tugiha menilai Fourfeo Kapita sebagai ajang pemanasan strategis menjelang kompetisi resmi.
“Fourfeo ini sangat efektif sebagai pramusim. Pelatih bisa melihat kesiapan dan kebugaran pemain tanpa tekanan berlebihan karena durasi pertandingan relatif singkat,” jelasnya.
Ia berharap turnamen tetap mengedepankan daya saing.
“Bukan sekadar laga persahabatan, tapi tetap kompetitif agar mental dan teknik pemain terus terasah,” tambahnya.
Melalui Fourfeo Kapita, Visobola dan Garuda Tomagoba berharap sepak bola menjadi sarana pemersatu masyarakat sekaligus wadah pembinaan berkelanjutan bagi pemain muda maupun senior.
Panitia pun mengundang masyarakat untuk hadir langsung di Stadion Tomagoba dan meramaikan turnamen dengan semangat sportivitas.
Fourfeo Kapita: bertanding untuk berkembang, bersatu untuk sepak bola.








Tinggalkan Balasan