Tidore – Meskipun Kota Tidore Kepulauan mengalami krisis anggaran atas kebijakan Pemerintah Pusat yang memangkas Dana Transfer Ke Daerah (TKD) kurang lebih senilai Rp.300 Miliar.

 

Namun tak berarti menyurutukan semangat Pemerintah Kelurahan Topo, Kecamatan Tidore, untuk menjawab kebutuhan Masyarakat terkait pembangunan di Kelurahan Topo. Salah satunya adalah perbaikan jalan dengan panjang 100 Meter dan lebar 3 Meter lebih. Jalan ini merupakan penghubung antara Kelurahan Topo dan Kelurahan Topo 3.

 

Dibawah kepemimpinan M. Ade Bahtiar, semangat gotong royong mulai dihidupkan di kalangan Masyarakat. Hal ini bukan saja sebatas wacana, melainkan ditunjukan dengan kerja nyata.

 

Baru beberapa bulan dilantik sebagai Kepala Kelurahan Topo, M. Ade Bahtiar, kemudian berinisiatif untuk mengajak Masyarakat Kelurahan Topo, bersama-sama memperbaiki kerusakan jalan.

 

“”Semangat ini tidak terlepas dari dukungan Wali Kota Muhammad Sinen dan Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, berkat motivasi dari mereka, sebagai Pimpinan Kelurahan, Saya diwajibkan untuk berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada Masyarakat,” ungkap M. Ade, kepada media ini. Senin, (11/5/26)

 

Ia menjelaskan, perbaikan jalan dilakukan atas dasar semangat bersama, sehingga dukungan dari para ASN, Bobato Adat dan Masyarakat bagitu luar biasa, selain dukungan dalam bentuk finansial dukungan tersebut juga ditunjukan dalam bentuk fisik berupa bakti sosial yang dilakukan pada Minggu, (10/5/26).

 

“Sumber pendanaan untuk kegiatan ini berasal dari para ASN di Kelurahan Topo, Bobato adat dan Masyarakat, dari partisipasi mereka, kami akhirnya mampu membeli aspal sebanyak 7 drum dan menyewa alat berat untuk dilakukan lapen,” jelasnya.

 

Perbaikan jalan yang dilakukan Masyarakat Kelurahan Topo, hanya sebatas tambal sulam pada titik-titik yang dianggap rusak parah dengan menggunakan Aspal. Pasalnya, akibat kerusakan tersebut, sempat menimbulkan kecelakaan dan meresahkan warga setempat.

 

“Alhamdulillah antusias Masyarakat bagitu luar biasa, sebagai Kepala Kelurahan, saya ucapkan banyak terimakasih kepada Masyarakat, ASN dan para Bobato Adat di Kelurahan Topo,” pungkasnya.

 

Sikap luar biasa yang ditunjukan Pemerintah Kelurahan Topo, mendapat apresiasi dari salah satu Organisasi Kepemudaan di Tidore, yakni Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Tidore Kepualauan.

 

Mereka menilai, diera saat ini, semangat gotong royong di tengah-tengah Masyarakat sudah mulai hilang. Olehnya itu, apa yang ditunjukan Pemerintah Kelurahan Topo, Bobato Adat dan Masyarakat setempat, harusnya menjadi contoh bagi semua Kelurahan dan Desa yang ada di Kota Tidore Kepulauan.

 

“Pada masa kemerdekaan 1945, Bung Karno telah menegaskan bahwa Indonesia didirikan sebagai Negara Gotong royong,” ujar Ketua GP. Ansor Tidore, Jafar Noh Idrus.

 

Ia melanjutkan, Gotong royong adalah tradisi kerja sama yang berakar dari budaya dan telah menjadi identitas bangsa. Konsep ini mengangkat semangat Masyarakat secara sukarela untuk bekerja demi kepentingan berasama.

 

Bahkan Diera Presiden Republik Indonesia ke 5, Megawati Soekarno Putri, semangat Gotong royong kemudian diadopsi masuk dalam Kabinet, sebagai simbol persatuan Nasional dan fokus pada kerja sama untuk pemulihan ekonomi, stabilitas politik dan pemberantasan Korupsi.

 

“Pemerintah Kelurahan Topo, telah sukses mengingatkan kepada kita akan pentinngnya membangun sebuah identitas bangsa melalui Gotong Royong,” tandasnya.

Sartini Abubakar
Editor
Sartini Abubakar
Reporter