HALTIM – Proses seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Maluku Utara dan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) kini memasuki tahap akhir dan tinggal menunggu pengumuman hasil kelulusan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Halmahera Timur, Zubaida Komdan, mengatakan bahwa dari lima peserta yang dikirim untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi, dua orang dinyatakan gugur, sementara tiga peserta lainnya masih menunggu hasil akhir dari proses seleksi.

“Seleksi ini dimulai sejak Februari lalu. Dari lima peserta yang diutus ke tingkat provinsi, dua orang dinyatakan gugur. Saat ini masih tersisa tiga peserta yang sedang menunggu hasil kelulusan,” ujar Zubaida, Rabu (3/6/2026).

Meski demikian, Zubaida meminta para peserta yang belum berhasil lolos di tingkat provinsi agar tidak berkecil hati. Mereka tetap akan dilibatkan dalam Paskibraka tingkat Kabupaten Halmahera Timur.

“Peserta yang tidak lolos di tingkat provinsi akan kami tarik kembali untuk bergabung dalam Paskibraka tingkat kabupaten,” katanya.

Ia menjelaskan, pengumuman hasil seleksi dilakukan secara transparan melalui sistem aplikasi yang dapat diakses langsung oleh masing-masing peserta.

“Hasil seleksi akan disampaikan melalui aplikasi. Sistemnya hampir sama seperti seleksi CPNS, sehingga peserta dapat melihat hasilnya secara langsung. Namun, tiga peserta yang masih bertahan ini juga masih harus menunggu hasil penetapan dari tingkat nasional,” jelasnya.

Zubaida juga membeberkan asal sekolah para peserta yang mengikuti seleksi tingkat provinsi. Dari lima peserta yang dikirim, satu orang berasal dari SMA Negeri 4 Halmahera Timur, dua orang dari SMA Negeri 2 Wasile, satu orang dari SMA Negeri 1 Haltim, dan satu orang dari SMA Negeri 5 Haltim.

“Peserta yang gugur masing-masing berasal dari SMA Negeri 5 Haltim karena tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), serta satu peserta dari SMA Negeri 2 Subaim yang gugur pada tahapan pemeriksaan kesehatan,” ungkapnya.

Untuk seleksi Paskibraka tingkat kabupaten, formasi yang digunakan masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni sebanyak 40 anggota.

“Jumlah pasukan tetap 40 orang. Saat ini kami masih menunggu hasil dari provinsi, dan jika semua tahapan selesai, peserta akan mulai menjalani karantina pada bulan Juni ini,” katanya.

Adapun pelatih yang akan menangani para calon Paskibraka berasal dari unsur TNI, Polri, serta para purna Paskibraka yang ada di Kabupaten Halmahera Timur.