SOFIFI – Mungkin saat ini banyak pendukung “SUBA” yang belum tahu tentang kisah pemain yang satu ini. Dia adalah sosok yang memiliki kontribusi besar dalam sejarah sepak bola “OBA UTAMA FC”.
Haris Hamid, lahir pada tanggal 01 Februari 1992 dari pasangan Bapak (Almarhum) Hamid Musa Dan Ibunda Hadija Ahmad. Haris merupakan anak ke 2 dari 3 bersaudara. Haris melewati masa kecilnya di Desa Oba, Kecamatan Oba Utara Kota Tidore Kepulauan. Di masa kecil, Haris sama seperti anak-anak seusianya, yang pada masa itu hanya mengenal sepak bola sebagai permainan untuk mengisi waktu bermain bersama teman-teman yang lain.
Haris atau biasa dipanggil Ipin ini memulai karir sepak bolanya, tepatnya pada tahun 2013 Ipin mendapatkan kepercayaan mengisi lini depan sebuah tim yang disiapkan untuk mengikuti Guraping Open Turnamen. Ipin dan bersama beberapa temannya yang juga memiliki kemampuan di atas rata-rata dalam mengolah si kulit bundar, diantaranya Wahid Ilyas, Jaenuddin Syafar, Mochtar Hamid, Riswandi Mahmud dan beberapa nama lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Oba Utama yang pada masa itu dilatih oleh Coach Head Noch Kalfangare, bisa dikatakan bahwa saat itu adalah generasi emasnya Oba Utama FC. Bagaimana tidak, di laga perdana dalam sebuah turnamen yang diadakan di Stadion Guraping Open Turnamen, Ipin dan kawan-kawan yang masih terbilang baru dalam sepak bola ini mampu menyingkirkan satu persatu lawannya sampai ke Semi Final.
Di partai Semi Final, Ipin CS berhadapan dengan tim senior Persito FC, yang mulai dari lini pertahanan hingga lini depan diisi oleh pemain-pemain yang memiliki kelas dalam sejarah sepak bola Maluku Utara dan Kota Tidore khususnya. Beberapa dari pemain hebat yang berada di tim lawan adalah Rahmat Muksin, Zulkifli Ibra, Ade Abubakar, Andre Abubakar.
Pada laga semi final yang mempertemukan antara senior dan yunior ini tak lantas membuat permainan menjadi biasa. Pertandingan yang mungkin menjadi partai adu gengsi ini berjalan dengan tensi yang sangat tinggi, bahkan sampai wasit meniup pluit panjang dinyatakan usai pertandingan kedua habis, dan berakhirnya pertandingan sepak bola secara damai dan menjunjung tinggi sportivitas tanpa adanya keributan pasca laga.
Walaupun pada akhirnya Ipin CS harus menerima kekalahan 0-1 atas Persito FC, namun secara keseluruhan permainan mereka luar biasa. Di tahun 2013 itu juga Ipin memulai karir sepak bolanya di tim senior Oba Utama. Seiring berjalannya waktu, Ipin menjelma menjadi sosok yang menakutkan bagi lini pertahanan lawan.
Ipin juga pernah bermain untuk Pekan Olahraga Daerah (POPDA) Tidore Kepulauan. Walaupun sudah memiliki nama besar dalam dunia sepak bola, tak lantas membuat Loyalitas Ipin terhadap tim yang berjulukan Oba Utama FC menjadi hilang. Semakin besar namanya, semakin besar pula rasa cintanya terhadap Oba Utama.
Bagi Ipin, OBA UTAMA bukan hanya sebatas Tim, tapi ini adalah keluarga. Oba Utama adalah cara dia bernafas. Oba Utama adalah persatuan, komitmen dan berkumpul bersama. Sampai saat ini Ipin telah menikmati 3 Kali juara 3 bersama, dan bersama Oba Utama, Ipin adalah pahlawan sejati bagi kami. Ipin adalah legenda yang akan menjadi motivasi dan spirit berjuang bagi generasi penerus Oba Utama.
Lewat tulisan ini, saya sebut Haris Hamid sebagai Sang Nahkoda Sejati di OBA UTAMA.







Tinggalkan Balasan