HALUT – Komitmen Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Utara untuk hadir di tengah masyarakat yang tertimpa musibah terus ditunjukkan meski dihadapkan pada cuaca ekstrem.
Di tengah hujan lebat dan banjir susulan yang melanda Desa Doitia, Kecamatan Loloda Utara, personel Polri bergerak cepat melakukan penyelamatan serta penanganan darurat, Selasa (13/1).
Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K., menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama. Hal tersebut terlihat dari aksi sigap personel di lapangan yang awalnya melaksanakan bakti sosial pembersihan lingkungan, namun langsung beralih menjadi tim tanggap darurat saat Sungai Doitia meluap secara tiba-tiba sekitar pukul 13.20 WIT.
“Kehadiran Polri di lokasi bencana bukan sekadar formalitas. Sejak pagi personel kami bersama TNI dan instansi terkait tetap bekerja meski hujan turun deras. Saat air sungai meluap dan mengancam pemukiman, anggota langsung berinisiatif membuat tanggul darurat,” ujar Kapolres.
Berdasarkan laporan di lapangan, hujan dengan intensitas tinggi sejak Senin menyebabkan Sungai Doitia meluap karena posisinya lebih tinggi dibandingkan permukiman warga. Kondisi tersebut mengakibatkan air dengan cepat menggenangi rumah-rumah penduduk.
Melihat situasi tersebut, personel Polri bersama tim gabungan dan warga setempat segera melakukan langkah preventif secara manual. Dengan peralatan terbatas, anggota kepolisian terlihat memanggul karung berisi pasir untuk menyusun tanggul darurat guna menahan dan mengalihkan arus air agar tidak masuk ke rumah warga.
“Ini adalah wujud kehadiran negara. Anggota di lapangan basah kuyup dan harus berhadapan dengan arus air yang cukup deras, namun tetap bekerja tanpa mengenal lelah demi menyelamatkan harta benda masyarakat,” tambah Kapolres.
Selain upaya membendung luapan air, Polres Halmahera Utara juga memprioritaskan evakuasi warga terdampak. Warga yang rumahnya terendam banjir dievakuasi ke Camp Posko Penanggulangan Bencana yang berada di lokasi lebih tinggi dan dinilai aman.
AKBP Erlichson Pasaribu turut mengungkapkan kendala di lapangan, yakni tumpukan kayu berukuran besar di aliran sungai yang menghambat arus air dan memerlukan penanganan menggunakan alat berat berupa ekskavator.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Polri tidak akan tinggal diam sambil menunggu bantuan teknis.
“Sambil menunggu penanganan permanen dengan alat berat, seluruh tenaga personel kami dedikasikan untuk masyarakat Desa Doitia. Kami pastikan warga merasa aman dan terayomi. Situasi terus kami pantau secara berkala,” tegasnya.
Hingga pukul 17.30 WIT, upaya pembuatan tanggul darurat mulai menunjukkan hasil dengan berangsur surutnya genangan air di pemukiman warga.
Polres Halmahera Utara mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat curah hujan yang masih fluktuatif serta mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.








Tinggalkan Balasan