HALTIM — Majelis Daerah Korps Alumni HMI Halmahera Timur menggelar perayaan Milad ke-79 yang dirangkaikan dengan silaturahmi dan dialog publik di Cafe Pojok, Desa Soagimalaha, Kecamatan Kota Maba, Senin (16/2/2026).
Mengangkat tema “Sinergi KAHMI Menuju Transformasi Halmahera Timur Berkemajuan”, forum ini menghadirkan empat narasumber, yakni Ir. Abdul Halim Djen Kipu, S.P., M.Si., Said Mustafa, S.P., Mahuba Tuheteru, S.Pi., dan Fatah Sandi, SH.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Halmahera Timur, Ir. Abdul Halim Djen Kipu, S.P., M.Si., dalam pemaparannya menegaskan bahwa momentum Milad bukan sekadar seremoni, melainkan ruang refleksi untuk memperkuat posisi MD KAHMI Haltim dalam membangun kolaborasi lintas sektor.
“Kolaborasi antar lembaga menuju Halmahera Timur yang berkemajuan bertujuan memperkuat gagasan dan melahirkan konsep yang jelas, sehingga pembangunan tidak berjalan tanpa arah,” ujarnya.
Dialog publik berlangsung dinamis. Salah satu peserta menyoroti Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang dinilai membutuhkan waktu panjang dalam proses penyusunannya, bahkan bisa mencapai lima tahun.
Menurut peserta tersebut, penyusunan Perda RTRW harus dilakukan dengan kajian komprehensif agar tidak hanya memenuhi aspek hukum, tetapi juga memperhatikan dimensi sosial, administratif, dan tata ruang secara harmonis.
Menanggapi hal itu, Abdul Halim mengakui bahwa penyusunan Perda RTRW memang memerlukan ketelitian dan analisis mendalam. Saat ini, kata dia, masih dilakukan analisis lanjutan termasuk penentuan Key Performance Indicator (KPI), sehingga nomenklatur dalam Perda masih memungkinkan mengalami penyesuaian.
“Perubahan memang harus mengikuti dinamika zaman, tetapi tetap harus matang dan terencana agar kebijakan, termasuk Perda RTRW, tidak mengganggu tata ruang dan arah pembangunan Halmahera Timur,” tegasnya.
Dari hasil diskusi, forum tersebut melahirkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan menjadi program internal MD KAHMI Haltim sekaligus bahan masukan bagi Pemerintah Daerah, antara lain:
Pengembangan kader di bidang usaha melalui entrepreneur school.
Pengawasan bersama antara Pemda dan KAHMI dalam mengawal pembangunan demi kepentingan publik.
Mendorong pendirian kampus di Halmahera Timur.
Menggelar simposium pertambangan guna menyusun konsep pola ruang yang direkomendasikan ke Pemda.
Penguatan sektor perikanan melalui kolaborasi dan hilirisasi bersama pelaku usaha.
Pembangunan Haltim berlandaskan prinsip “Pnu Regelet”.
Pembentukan forum lingkar tambang.
Penguatan peran KAHMI dalam rekrutmen Sekolah Dokter.
Perayaan Milad ke-79 ini menjadi momentum konsolidasi gagasan dan penguatan peran strategis KAHMI dalam mengawal transformasi Halmahera Timur menuju daerah yang berkemajuan dan berdaya saing.








Tinggalkan Balasan