SOFIFI – Program Pejuang Digital sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya literasi dan numerasi digital di sekolah-sekolah yang membutuhkan perhatian khusus. Program ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Keuangan, serta dukungan Wakil Presiden RI.

Sebanyak 30 pejuang digital dijemput di Bandara Sultan Babullah dan selanjutnya dijamu di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara di Sofifi sebelum diberangkatkan ke Kabupaten Halmahera Utara pada Selasa (7/4/2026).

Perwakilan Kemendikdasmen, Ginanjar Bachtiar, menjelaskan bahwa program ini menyasar sekolah-sekolah di daerah prioritas, terutama wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (PDT), dengan tujuan meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi digital siswa.

“Program ini difokuskan untuk meningkatkan literasi dan numerasi digital di sekolah yang masih membutuhkan intervensi, dengan memaksimalkan pemanfaatan Papan Interaksi Digital (PID) yang sudah dimiliki sekolah,” ungkapnya.

Menurut Ginanjar, pada tahun ini pemerintah juga menambah tiga unit PID untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis digital.

Sebanyak 30 fasilitator yang merupakan alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akan bertugas selama tiga bulan di 30 titik sekolah di Kabupaten Halmahera Utara. Mereka akan menjadi mitra guru dalam mengoptimalkan penggunaan perangkat digital di ruang kelas.

Sementara itu, Denny dari LPDP menyampaikan bahwa program ini menjadi bentuk nyata pengabdian alumni kepada masyarakat, baik lulusan dalam negeri maupun luar negeri.

“Tema yang diangkat adalah Pejuang Digital, di mana para alumni LPDP turun langsung ke sekolah untuk berkontribusi. Hampir setengah dari peserta merupakan putra daerah Maluku Utara,” jelasnya.

Ia menambahkan, program ini tidak hanya dilaksanakan di Maluku Utara, tetapi juga di sejumlah daerah lain seperti Merauke, Kupang, dan Sumedang. Diharapkan, kehadiran para pejuang digital mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

“Harapan kami, program ini bisa meningkatkan literasi dan numerasi digital masyarakat, khususnya di Halmahera Utara, serta memperkuat kolaborasi ke depan,” tambahnya.

Di sisi lain, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Sofyan, menegaskan bahwa pemerintah provinsi mendukung penuh program tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Menurutnya, capaian literasi dan numerasi digital di tingkat kabupaten/kota masih relatif rendah, sehingga membutuhkan intervensi langsung melalui program seperti ini.

“Ini merupakan atensi dari Ibu Gubernur agar mutu pendidikan terus ditingkatkan. Kami berharap program ini mampu mendorong peningkatan indeks literasi dan numerasi digital,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa program tahun ini masih difokuskan pada jenjang SD dan SMP, namun ke depan direncanakan akan diperluas hingga ke tingkat SMA.

“Jaringan awal sudah dibangun. Tahun depan kita harapkan bisa masuk ke SMA, sehingga dampaknya lebih luas terhadap peningkatan mutu pendidikan,” tandasnya.