HALTIM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Timur terus mematangkan pembahasan dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) strategis pada tahun 2026, yakni Ranperda tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Ranperda tentang Inovasi Daerah.
Ketua DPRD Halmahera Timur, Idrus Enos Maneke, mengatakan saat ini dua Panitia Kerja (Panja) DPRD tengah menjalankan agenda konsultasi untuk menyempurnakan substansi kedua rancangan regulasi tersebut.
Menurut Idrus, Panja II melakukan konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait pembahasan Ranperda BUMD. Sementara Panja I menggandeng tim ahli dari Universitas Khairun (Unkhair) Ternate guna memperdalam materi Ranperda Inovasi Daerah.
“Agenda Panja II saat ini melakukan konsultasi ke Kemendagri terkait Ranperda BUMD, sedangkan Panja I melakukan konsultasi dengan tim ahli terkait Ranperda Inovasi Daerah,” kata Idrus, Selasa (22/6/2026).
Ia menjelaskan, konsultasi tersebut merupakan bagian dari tahapan pembahasan untuk memastikan setiap Ranperda memiliki landasan hukum yang kuat serta relevan dengan kebutuhan daerah.
Selain itu, DPRD berupaya memastikan regulasi yang dihasilkan dapat menjadi instrumen yang efektif dalam mendorong pembangunan daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Untuk Ranperda BUMD, konsultasi dilakukan guna memastikan pembentukan dan tata kelola badan usaha milik daerah nantinya berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sementara itu, Ranperda Inovasi Daerah diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai terobosan dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, serta pembangunan daerah di Kabupaten Halmahera Timur.
Idrus menegaskan, DPRD berkomitmen menyelesaikan pembahasan kedua Ranperda tersebut secara cermat dan komprehensif agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah ke depan.
“DPRD berharap seluruh tahapan pembahasan dapat berjalan lancar sehingga Ranperda yang sedang dibahas dapat segera ditetapkan menjadi Peraturan Daerah yang berkualitas dan implementatif,” pungkasnya.







Tinggalkan Balasan