SANANA – Seorang oknum Ibu Bhayangkara Polres Kepulauan Sula berinisial SM alias Santi, diduga melakukan penipuan terhadap sejumlah anggota arisan yang dikelolanya.
Santi diketahui merupakan owner arisan di Desa Waiboga, Kecamatan Sulabesi Tengah.
Ia diduga tidak membayarkan uang arisan kepada para member dengan nilai mencapai puluhan juta rupiah.
Merasa dirugikan, sejumlah anggota arisan berencana melaporkan SM ke Polres Kepulauan Sula atas dugaan penipuan.
Salah satu korban, Uli Saniapon, saat diwawancarai di kediamannya pada Sabtu malam (5/4/2026), mengaku telah mengikuti arisan tersebut sejak Juli 2025.
Uli menjelaskan, dirinya menyetor iuran sebesar Rp1 juta per bulan. Namun, saat tiba giliran pencairan, uang arisan tersebut ternyata sudah digunakan oleh owner tanpa sepengetahuannya.
“Ada yang mengganjal, karena uang arisan yang diambil itu tidak ada pemberitahuan sebelumnya, dan sampai sekarang belum ada penjelasan yang konkret,” ujar Uli, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, belakangan ini SM juga sulit dihubungi. Meski telah berulang kali mencoba menghubungi melalui WhatsApp maupun telepon, namun jarang mendapat respons.
Uli menegaskan akan menempuh jalur hukum karena menilai tidak ada itikad baik dari SM untuk mengembalikan uang tersebut.
“Waktu itu saya sempat tanyakan apakah arisan ini amanah atau tidak. Owner bilang amanah dan bertanggung jawab. Tapi kenyataannya aturan yang dibuat tidak dijalankan,” katanya.
Ia juga menyebut korban bukan hanya dirinya, melainkan banyak anggota lain dengan nominal kerugian yang bervariasi.
“Korban bukan cuma saya. Sudah banyak, dan uang yang dijanjikan sampai sekarang belum juga dilunasi,” jelasnya.
Uli berharap SM segera mengembalikan uang arisan yang telah digunakan.
“Kalau tidak ada penyelesaian, kami akan melapor dan memviralkan kasus ini,” tegasnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, SM mengakui telah menggunakan uang arisan tersebut. Namun ia mengaku tengah berupaya mencari solusi untuk mengembalikan dana para anggota.
“Memang benar uang itu saya pakai. Tapi saya tidak tinggal diam, sekarang saya sedang berusaha cari jalan untuk menggantinya,” ujarnya.
Ia mengaku telah mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kupedes di Bank BRI Cabang Sanana, dan saat ini masih menunggu proses pencairan.
“Kalau sudah cair, insyaallah saya langsung lunasi semua uang anggota arisan,” katanya.
Selain itu, SM juga mengaku sedang berupaya mencari pinjaman dari kerabat dekat untuk membayar secara bertahap.
Ia pun meminta waktu kepada para anggota agar dapat menyelesaikan kewajibannya.
“Saya tetap bertanggung jawab. Mohon diberikan waktu, semoga secepatnya ada kepastian pencairan agar semua bisa saya lunasi,” pungkasnya.
Ram Umanailo





Tinggalkan Balasan