SANANA — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babussalam Sula, Maluku Utara, resmi membuka kegiatan pembekalan Kuliah Kerja Lapangan Integratif (KKLI) Angkatan XIII tahun akademik 2025–2026. Kegiatan ini berlangsung di aula kampus, Sabtu (18/4/2026) pagi.
Ketua STAI Babussalam Sula, Sahrul Takim, dalam sambutannya menegaskan bahwa program KKLI merupakan bagian penting dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
“Melalui program KKLI ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman serta realitas sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sebanyak 65 mahasiswa dari jurusan Tarbiyah dan Syariah akan diterjunkan ke sejumlah wilayah di Kabupaten Kepulauan Sula dan Kabupaten Pulau Taliabu. Di Kepulauan Sula, lima desa yang menjadi lokasi pengabdian yakni Desa Waigoi, Waisepa, Baleha, Wainib, dan Waigai. Sementara di Pulau Taliabu, kegiatan dipusatkan di Desa Wayo, Kecamatan Taliabu Barat.
Sahrul menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater serta menjunjung tinggi nilai-nilai akhlakul karimah selama menjalankan pengabdian.
Mahasiswa juga diminta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat serta menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
“Kehadiran mahasiswa harus mampu memberikan solusi, meskipun sederhana, namun memiliki dampak nyata dan berkelanjutan,” tambahnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, dosen pembimbing lapangan, serta pemerintah daerah dan masyarakat yang telah mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program KKLI.
Sahrul berharap seluruh peserta dapat menjalankan tugas pengabdian dengan penuh tanggung jawab serta memperoleh pengalaman berharga selama berada di tengah masyarakat.
Jurnalis: Ram Umanailo







Tinggalkan Balasan