HALTENG – Kilasanindinesia. Com.
Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku Utara, Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, menghadiri puncak peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang diselenggarakan di kawasan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Jumat (1/5). Kegiatan ini mengangkat tema penguatan sinergi antara pekerja, industri, dan pemerintah guna mewujudkan lingkungan kerja yang adil, aman, dan produktif.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Presiden Director Eternal Tsingshan Group Xiang Bing He, Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangaji, Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub, serta jajaran manajemen dan ratusan karyawan PT IWIP. Dalam kesempatan itu, sebanyak 690 karyawan terbaik menerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan dedikasi mereka.

Dalam sambutannya, Gubernur Maluku Utara menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi atas perjuangan pekerja dalam memperoleh hak-hak dasar, termasuk jam kerja yang manusiawi dan upah yang layak. Ia juga menekankan pentingnya peran pekerja sebagai aset utama perusahaan yang harus dihargai.

Selain itu, pemerintah daerah berkomitmen menjaga keseimbangan antara kepentingan pekerja dan pelaku industri, terutama di tengah tantangan global seperti konflik dan kenaikan harga minyak dunia. Pemerintah juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menciptakan suasana kerja yang harmonis, penuh empati, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Maluku Utara, Marwan Poli, menyoroti pentingnya peningkatan persentase tenaga kerja lokal di PT IWIP yang saat ini mencapai 57 persen, dengan harapan dapat meningkat hingga 70 persen. Ia juga menekankan perlunya upaya bersama dalam menekan angka kecelakaan kerja.

Bupati Halmahera Tengah menambahkan bahwa pemerintah, serikat pekerja, dan pelaku industri merupakan tiga pilar yang tidak terpisahkan dalam menciptakan hubungan industrial yang sehat. Ia mengingatkan agar peringatan May Day tidak diwarnai aksi anarkis yang dapat merusak makna perjuangan buruh.

Wakapolda Maluku Utara dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan secara aman dan tertib. Ia menegaskan bahwa Polri hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, termasuk para pekerja dan pelaku industri, serta mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif.Lebih lanjut, Wakapolda mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di kawasan industri serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah hubungan industrial. Menurutnya, situasi yang aman dan kondusif merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bersama di Maluku Utara.(Bur/red).