HALMAHERA TIMUR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku Utara menggelar Kie Raha Economic Forum di Kabupaten Halmahera Timur dengan agenda Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Periode Mei 2026, Kamis (23/7/2026).
Forum tersebut menghadirkan unsur pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, perbankan, serta sejumlah pemangku kepentingan sebagai wadah untuk memperkuat pemahaman terhadap perkembangan ekonomi Maluku Utara.
Kegiatan ini merupakan bagian dari fungsi advisory Bank Indonesia dalam memberikan informasi, analisis, dan rekomendasi terkait kondisi perekonomian daerah sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan.
Dalam forum tersebut, Manager KPwBI Maluku Utara, Sotaro Antonius Zebua, memaparkan kondisi ekonomi Maluku Utara beserta sejumlah indikator makro ekonomi yang menjadi perhatian, termasuk peluang dan tantangan yang dihadapi daerah.
Selain penyampaian laporan ekonomi, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Bank Indonesia menilai sinergi antarinstansi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mengoptimalkan berbagai potensi daerah, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi global dan nasional.
Melalui Kie Raha Economic Forum, KPwBI Maluku Utara berharap Laporan Perekonomian Provinsi dapat menjadi referensi strategis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Bank Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang berkelanjutan.



Tinggalkan Balasan