HALTIM — Program pemberdayaan masyarakat melalui budidaya ikan nila yang dibina PT Sumber Daya Arindo (SDA) di Desa Soalaipo, Kecamatan Kota Maba, Kabupaten Halmahera Timur, kembali menunjukkan hasil positif.
Kelompok Budidaya Ikan Nila Siloloa berhasil melaksanakan panen kedua pada Sabtu (15/8/2026), dengan hasil mencapai 147 kilogram ikan nila. Hasil tersebut meningkat dibandingkan panen perdana yang dilakukan pada 2025 lalu.
Program budidaya ikan nila tersebut memanfaatkan lima kolam yang disiapkan melalui dukungan PT SDA. Pada panen kedua ini, sebanyak empat kolam dipanen dengan hasil yang dinilai cukup memuaskan.
Kegiatan panen turut dihadiri perwakilan PT SDA, Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Halmahera Timur Ahmad Hasan, Pemerintah Desa Soalaipo, Pemerintah Desa Soasangaji, serta masyarakat setempat.
Mewakili bagian Corporate Social Responsibility (CSR) PT SDA, HSE Manager PT SDA, Hilman, mengatakan budidaya ikan nila merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah lingkar tambang.
“Dalam hal pemberdayaan, khususnya budidaya ikan nila yang dikelola kelompok masyarakat ini, kami menjadikannya sebagai langkah awal untuk mendorong masyarakat agar lebih berinovasi dan mengembangkan usaha secara mandiri,” ujar Hilman saat ditemui di lokasi panen.
Menurutnya, pengembangan usaha harus dilakukan secara bertahap, dimulai dari skala kecil sembari melakukan evaluasi terhadap berbagai kendala yang dihadapi.
“Untuk pemberdayaan ikan nila ini kami mulai dari yang kecil terlebih dahulu. Kami pelajari, evaluasi, dan melihat berbagai kendala yang muncul agar bisa mengetahui titik-titik kelemahan dalam proses pemeliharaan ikan air tawar,” katanya.
Hilman menjelaskan, panen kali ini merupakan panen kedua kelompok Siloloa sejak program budidaya tersebut dijalankan. Panen perdana pada 2025 menjadi tahap uji coba.
“Panen di kelompok Siloloa ini sudah yang kedua kalinya. Pada tahun 2025 hasilnya belum maksimal karena masih dalam masa percobaan. Alhamdulillah, tahun ini hasilnya meningkat cukup signifikan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kabid Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Halmahera Timur, Ahmad Hasan, mengapresiasi PT SDA yang terus mendorong masyarakat mengembangkan inovasi di sektor perikanan budidaya.
“Saya merasa bangga karena di wilayah Kota Maba ini sudah ada budidaya ikan air tawar. Selama ini yang kami ketahui budidaya seperti ini banyak berkembang di wilayah Wasile. Alhamdulillah, sekarang sudah ada di Kecamatan Maba,” kata Ahmad.
Ia menambahkan, panen tersebut menjadi kali kedua dirinya menghadiri kegiatan panen ikan air tawar di lokasi tersebut.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Hasan secara simbolis menyerahkan kartu e-KUSUKA (Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan) kepada Kelompok Budidaya Ikan Siloloa. Penyerahan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan usaha perikanan masyarakat.
PT SDA berharap program budidaya ikan nila tersebut dapat menjadi contoh bagi masyarakat di wilayah lingkar tambang untuk mengembangkan usaha perikanan air tawar secara lebih luas.
Selain meningkatkan keterampilan masyarakat, program tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha sekaligus menambah pendapatan ekonomi warga.
Dengan hasil panen yang terus menunjukkan peningkatan, budidaya ikan nila di Desa Soalaipo diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu sektor ekonomi produktif yang mampu mendukung kesejahteraan masyarakat setempat.






Tinggalkan Balasan