TERNATE – Gubernur Maluku Utara menegaskan pentingnya peran tenaga kebidanan dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah kepulauan dan pelosok desa.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur Maluku Utara melalui Asisten II Setda Maluku Utara, Sri Haryati Hatari, saat membacakan sambutan Gubernur dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Diploma III Akademi Kebidanan Cahwala Maluku Utara.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, wisuda bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi bukti atas ketekunan, pengorbanan, dan kerja keras yang telah ditempuh selama masa studi.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku Utara, saya menyampaikan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh wisudawati yang dilantik pada hari ini. Momen wisuda ini merupakan bukti dari ketekunan, pengorbanan, dan kerja keras yang telah saudara-saudari tempuh selama masa studi,” demikian sambutan Gubernur yang dibacakan Sri Haryati Hatari.
Gubernur menilai kebutuhan terhadap tenaga kesehatan di Maluku Utara semakin penting, mengingat karakteristik daerah yang merupakan wilayah kepulauan dengan kondisi geografis yang tersebar.
Menurutnya, Maluku Utara tidak hanya membutuhkan tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga tenaga yang tangguh, memiliki kepedulian, serta mampu memberikan pelayanan dengan empati kepada masyarakat.
“Sebagai wilayah kepulauan, Maluku Utara membutuhkan keberadaan tenaga kesehatan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh dan memiliki empati tinggi,” tegasnya.
Secara khusus, Gubernur menekankan posisi strategis profesi bidan dalam pembangunan sektor kesehatan. Bidan dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan ibu dan anak, menekan angka kematian bayi, serta membantu pemerintah menangani persoalan gizi dan stunting.
“Profesi bidan adalah garda terdepan dalam menjaga keselamatan ibu dan anak, menekan angka kematian bayi, serta menuntaskan masalah gizi dan stunting di daerah kita,” ujarnya.
Dalam sambutan tersebut juga disampaikan data sumber daya manusia kesehatan di Maluku Utara. Berdasarkan Indikator SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan, hingga akhir 2025 tercatat sebanyak 10.098 tenaga kesehatan perawat dan bidan di Maluku Utara.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.953 orang merupakan perawat dan 5.145 orang merupakan bidan. Rasio gabungan tenaga perawat dan bidan terhadap populasi disebut mencapai 7,26 per 10.000 penduduk, dengan jumlah penduduk Maluku Utara sekitar 1,39 juta jiwa.
Gubernur berharap kehadiran lulusan Akademi Kebidanan Cahwala Maluku Utara dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan, termasuk di wilayah pelosok desa dan pulau-pulau terluar.
“Kehadiran para lulusan Akademi Kebidanan Cahwala diharapkan dapat memperkuat sistem pelayanan kesehatan masyarakat hingga ke pelosok desa dan pulau-pulau terluar di Maluku Utara,” katanya.
Selain memberikan pesan kepada para lulusan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga menyampaikan apresiasi kepada Akademi Kebidanan Cahwala yang dinilai terus berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia di bidang kesehatan.
“Kepada Akademi Kebidanan Cahwala, Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyampaikan terima kasih dan penghargaan karena terus konsisten berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia berdaya saing di bidang kesehatan,” demikian sambutan tersebut.
Sementara kepada para wisudawati, Gubernur mengingatkan bahwa gelar akademik yang diperoleh bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar kepada masyarakat.
Para lulusan diminta menjaga kode etik profesi, terus meningkatkan kompetensi seiring perkembangan teknologi kesehatan, serta memberikan pelayanan terbaik dengan sikap ramah dan penuh keikhlasan.
“Ijazah dan gelar yang diraih hari ini adalah awal dari tanggung jawab sosial yang lebih besar. Jaga kode etik profesi, terus tingkatkan kompetensi diri seiring perkembangan teknologi kesehatan, dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan sikap ramah serta penuh keikhlasan,” pesannya.
Gubernur juga menyampaikan penghargaan kepada para orang tua dan keluarga wisudawati yang selama ini memberikan dukungan serta pengorbanan sehingga para lulusan dapat menyelesaikan pendidikan.
Ia berharap para lulusan Akademi Kebidanan Cahwala dapat menjadi bagian penting dalam pembangunan kesehatan di Maluku Utara dan membawa ilmu yang diperoleh selama masa pendidikan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan dan kemudahan bagi kita semua dalam membangun Maluku Utara yang sehat, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.





Tinggalkan Balasan