Oleh:
    Hamdan hasan, M. Ag dan Zul Qiram M.Ag

Tujuan Manusia diciptakan Tuhan adalah mengelola alam dan melestarikannya dan tidak boleh melakukan deforestasi yg berlebihan dan Membahayakan

﴿وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَـٰۤىِٕكَةِ إِنِّی جَاعِلࣱ فِی ٱلۡأَرۡضِ خَلِیفَةࣰۖ قَالُوۤا۟ أَتَجۡعَلُ فِیهَا مَن یُفۡسِدُ فِیهَا وَیَسۡفِكُ ٱلدِّمَاۤءَ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۖ قَالَ إِنِّیۤ أَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ۝٣٠﴾ [البقرة ٣٠]

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di bumi.
Mereka berkata: Apakah Engkau akan menjadikan di sana makhluk yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah, sedangkan kami senantiasa bertasbih memuji-Mu dan menyucikan-Mu?
Allah berfirman: Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui.” (Qs Al Baqarah ayat 30)

Kenapa Allah ketika hendak menciptakan seorang khalifah untuk mengelola bumi dan para malaikat tidak setuju dan mempertanyakannya?

Karena sebelum manusia diciptakan, jin sudah lebih dahulu hidup di bumi.
Mereka saling berperang dan menumpahkan darah. Merusak tatanan ekosistem alam dan tidak merawatnya dengan baik sehingga
Allah kemudian mengutus malaikat untuk menertibkan mereka.
Karena pengalaman itu, malaikat berkata:
“Apakah Engkau akan menciptakan makhluk yang juga akan membuat kerusakan seperti mereka?”

Dari pengalaman para malaikat ini ada beberapa kesimpulan yg perlu diamati dengan baik
1. Malaikat tidak suka kepada siapapun yg senang merusak bumi, berperang, dan melakukan tindakan yg membahayakan
2. Pengalaman para jin yg suka merusak bumi dengan saling berperang adalah tanda akan ada orang yg tidak suka kepada dengan keharmonisan termasuk pelestarian alam
3. Malaikat hawatir jangan sampai manusia punya karakter seperti para jin yg suka merusak tatanan sosial dan ekosistem
Kata خَلِيفَةً pada ayat di atas maknanya pemimpin, pengelola, pelindung, dan pengayom. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa semua manusia yg ada di muka bumi ini karakter خَلِيفَةً ini selalu melekat pada dirinya, yaitu ia sebagai pengelola alam, penjaga alama, pengayom hak orang lain, dan melindungi seluruh isi alam termasuk melestarikannya, tidak melakukan deforestasi yg berlebihan sehingga menyebabkan banjir dan longsor. Jika ada orang yg karakter خَلِيفَةً nya hilang, maka dia telah keluar dari visi misinya Allah SWT yaitu melestarikan alam. Maka jadilah manusia yg berkarakter خَلِيفَةً, dan janganlah seperti para jin yg suka merusak alam semesta.

B. Spirit Puasa dan Korelasinya Menjaga Alam

Dalam QS. Al-Baqarah: 183

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al Baqarah ayat 183)

Kata الصِّيَامُ makna leterleknya adalah membakar, membakar lemak lemak, membakar sel sel jahat dalam tubuh, dan membakar dosa yg perna dilakukan selama setahun. Maka harapan berpuasa menghasilkan تَتَّقُون orang orang yg bertakwa. Asal kata dari تَتَّقُون adalah
وقا يقى وقاية
Yg artinya menjaga, melindungi, mengendalikan diri dan hal hal yg negatif, dan menghindari sesuatu yg membahayakan. Maka dari segi makna inilah memberikan isyarat kuat bahwa puasa menghasilkan karakter untuk selalu menjaga alam, melestarikan alam, melindungi alam dan lingkungan, mengendalikan diri agar tidak merusak alam, dan selalu menghindari dari hal hal yg berdampak negatif pada kehidupan sosial dan lingkungan. Maka predikat dari orang yg berpuasa adalah taqwa dengan implementasi menjaga lingkungan, melindungi alam, tidak melakukan deforestasi liar dan membahayakan.

Dalam hal melakukan reboisasi untuk menjaga alam ada riwayat yg diriwayatkan oleh Muhammad dalam kitab Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim.
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ إِنْسَانٌ أَوْ طَيْرٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ
Artinya:
“Tidaklah seorang Muslim menanam tanaman atau menabur benih, lalu dimakan oleh manusia, burung, atau hewan, kecuali itu menjadi sedekah baginya.”

Hadits di atas menganjurkan kepada manusia agar melakukan reboisasi dengan banyak menanam pohon hijau sehingga alam menjadi segar, pohon yg menghasilkan buah yg bisa dikonsumsi, pohon yg bermanfaat bagi kehidupan manusia yg bisa dijadikan sumber ekonomi, karena itu merupakan sedeqah.

Maka jagalah alam dan lingkungan, buanglah sampah pada tempatnya dan jaga kebersihan, jika ini semua tidak bisa dilakukan maka engkau gagal berpuasa sebulan penuh yg hanya mendapatkan haus dan lapar saja namun tidak terpatri dalam sanubari sehingga yg berdampak pada pengelolaan sampah dengan baik, menjaga alam dengan baik, dan juga gagal menjadi orang yg bertaqwa. Jika anda memiliki karakter perusak alam dan lingkungan maka ini seperti sifat iblis yg tidak suka pada kehidupan yang penuh dengan ketentraman, selalu melakukan kejahatan di bumi, maka hati hati dengan karakter jin sebagaimana cerita pada QS Al Baqarah di atas