SANANA – Front Pemuda Waiboga Revolusi menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Desa Waiboga, Kecamatan Sulabesi Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, Selasa (9/6/2026).

Dalam aksi tersebut, massa mendesak Penjabat (Pj) Kepala Desa Waiboga, Nurdin Umagap, untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya. Tuntutan itu muncul karena masyarakat menilai kinerja Pj Kades tidak maksimal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pemerintahan desa.

Koordinator aksi, Andi Umaaya, mengungkapkan bahwa hingga saat ini Pemerintah Desa Waiboga belum memasang baliho Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026. Padahal, pemasangan baliho APBDes merupakan bagian dari keterbukaan informasi publik yang wajib diketahui masyarakat.

“Baliho APBDes ini merupakan bentuk transparansi kepada masyarakat. Namun sampai sekarang belum juga dipasang,” ujar Andi dalam orasinya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Camat Sulabesi Tengah, Muslim Usia, mengatakan bahwa pemerintah kecamatan akan menggelar rapat bersama seluruh masyarakat Desa Waiboga pada Rabu (10/6/2026).

Rapat yang dipusatkan di lapangan desa itu bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait figur yang dianggap layak menggantikan Pj Kepala Desa Waiboga.

“Besok kami akan rapat dengan seluruh masyarakat. Dalam rapat itu, kami akan meminta rekomendasi mengenai siapa yang diinginkan masyarakat untuk menggantikan Pj Kepala Desa,” kata Muslim.

Menurutnya, hasil rekomendasi masyarakat akan diteruskan kepada Pemerintah Daerah untuk ditindaklanjuti lebih lanjut.

“Rekomendasi masyarakat tersebut akan kami sampaikan kepada Pemerintah Daerah, dalam hal ini bagian pemerintahan. Semua tuntutan yang disampaikan masyarakat hari ini akan dibahas dalam rapat besok,” pungkasnya.