TERNATE – Kilssanindonesia.com. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara Irjen Pol Arif Budiman, S.I.K., M.H., menerima kunjungan silaturahmi jajaran pengelola dan tenaga pendidik SMAS Katolik Bintang Laut Kota Ternate di ruang transit eks Mapolda Ternate, Kamis (29/10/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah persoalan yang dihadapi pihak sekolah, khususnya terkait keamanan lingkungan, kemacetan lalu lintas, keterbatasan lahan parkir, serta akses masuk sekolah yang mengalami kendala.

Dalam kesempatan itu, pihak sekolah menyampaikan berbagai kendala yang dinilai dapat memengaruhi keamanan, keselamatan, dan kenyamanan siswa selama menjalani kegiatan belajar mengajar. Salah satu persoalan utama adalah akses masuk sekolah yang telah mengalami kendala selama kurang lebih enam tahun, ditambah kepadatan lalu lintas dan keterbatasan lahan parkir di sekitar lingkungan sekolah.

Keberadaan sejumlah bangunan di sekitar sekolah, termasuk gedung PMI, hotel, dan gedung kejaksaan, turut menjadi tantangan bagi masyarakat dalam menemukan pintu masuk sekolah. Kondisi tersebut diharapkan mendapat perhatian dan penanganan melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait
Selain persoalan akses dan lalu lintas, pihak sekolah juga menyampaikan kekhawatiran mengenai gangguan keamanan di lingkungan sekitar, termasuk dugaan aksi pemukulan yang dilakukan oleh sekelompok anak. Situasi tersebut menjadi perhatian karena lingkungan pendidikan yang aman merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang dan proses pembelajaran siswa.
SMAS Katolik Bintang Laut saat ini memiliki 77 siswa dengan latar belakang agama yang beragam. Pihak sekolah menegaskan bahwa proses pendidikan dilaksanakan dengan menjunjung tinggi toleransi, menghormati perbedaan keyakinan, serta memberikan ruang belajar yang inklusif bagi seluruh siswa. Sebagian besar siswa tinggal di asrama sehingga pengawasan dan pendampingan dilakukan melalui kerja sama antara pihak sekolah, guru, dan orang tua.
Menanggapi berbagai persoalan yang disampaikan, Kapolda Maluku Utara menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dan membantu mencarikan solusi melalui Program Polisi Peduli Pendidikan. Berbagai aspirasi dan keluhan pihak sekolah akan menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku, dengan mengedepankan koordinasi bersama instansi terkait.
Kapolda juga menekankan pentingnya perlindungan anak dari berbagai pengaruh negatif lingkungan dan perkembangan teknologi digital. Menurutnya, potensi paparan paham radikal melalui media sosial maupun permainan daring perlu diantisipasi melalui pengawasan, edukasi, dan pendampingan yang tepat.
Ia turut mengingatkan bahwa siswa yang menghadapi persoalan keluarga, mengalami perundungan, atau menunjukkan perubahan perilaku membutuhkan perhatian khusus. Peran guru, terutama guru Bimbingan dan Konseling (BK), dinilai sangat penting dalam memberikan pendampingan secara humanis kepada siswa yang cenderung menyendiri, mengalami tekanan, atau membutuhkan dukungan emosional.
Kapolda menegaskan bahwa kepedulian lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah munculnya perilaku menyimpang serta menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 apabila mengalami gangguan keamanan, menyaksikan tindak kekerasan, atau membutuhkan bantuan kepolisian.
Sementara itu, Irwasda Polda Maluku Utara turut menyoroti pelaksanaan kegiatan pembelajaran, termasuk kebijakan penggunaan telepon genggam dilingkungan sekolah, Ia juga menggali informasi mengenai waktu-waktu rawan kepadatan kendaraan yang menghambat akses masuk sekolah serta mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan gawai oleh siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Pada akhir pertemuan, pihak sekolah menyerahkan proposal anggaran kepada Kapolda Maluku Utara untuk mendapatkan perhatian dan tindak lanjut sesuai kebutuhan serta mekanisme yang berlaku.
Melalui pertemuan tersebut, Polda Maluku Utara menegaskan komitmennya untuk mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif. Sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, orang tua, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mengatasi berbagai persoalan di lingkungan pendidikan sekaligus melindungi generasi muda agar dapat belajar dan berkembang secara optimal. Pungkasnya (Bur/Lps).





Tinggalkan Balasan