SANANA — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat menangani kerusakan talud penahan banjir di Desa Baleha, Kecamatan Sulabesi Timur.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD, Ade Yudhistira, menjelaskan bahwa kerusakan talud tersebut dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang melanda wilayah itu dalam beberapa hari terakhir.
“Talud yang patah di Desa Baleha saat ini sudah dalam proses perbaikan. Alat berat juga sudah berada di lokasi untuk mempercepat pekerjaan,” ujar Ade, Kamis (23/4/2026).
Ia menambahkan, perbaikan tidak hanya difokuskan pada bagian yang rusak, tetapi juga dilakukan penguatan konstruksi sebagai langkah antisipasi. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil kajian teknis di lapangan.
“Penguatan struktur tanah menjadi fokus utama agar mampu menahan debit air saat hujan dengan intensitas tinggi,” jelasnya.
Sementara itu, pihak rekanan proyek, Dafit, memastikan seluruh kebutuhan pekerjaan telah disiapkan. Mulai dari tenaga kerja, alat berat, hingga material seperti semen telah didistribusikan ke lokasi.
“Kami sudah mengerahkan pekerja, alat berat, serta material ke lokasi. Target kami, perbaikan talud ini bisa rampung paling lambat satu minggu,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa proses pengerjaan dilakukan secara bertahap dan mengacu pada standar teknis yang berlaku, guna memastikan kekuatan talud dalam jangka panjang.
“Ini bukan sekadar perbaikan, tapi juga upaya penguatan agar talud lebih kokoh ke depannya,” pungkasnya.
Ram Umanailo




Tinggalkan Balasan