SANANA — Asosiasi Fans Argentina (AFA) Sula menunjukkan sisi berbeda dari komunitas suporter sepak bola dengan tampil dalam lomba Poco-Poco untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tahun 2026.

Tim AFA Sula berhasil melaju ke babak final bersama 10 tim lainnya. Pada partai penentuan, mereka tidak hanya mengandalkan kekompakan gerakan, tetapi juga membawa identitas budaya Kepulauan Sula melalui busana khas daerah.

Pada penampilan kedua, para anggota tim mengenakan batik khas Sula yang mereka lukis sendiri. Kreasi tersebut menjadi bagian dari konsep penampilan sekaligus bentuk kecintaan terhadap budaya lokal.

Manajer Tim Poco-Poco AFA Sula, Anti Tan, mengatakan konsep penampilan tim dibuat berbeda pada setiap babak. Pada penampilan pertama, mereka mengenakan pakaian bergaya Polri yang telah dimodifikasi. Sementara pada penampilan kedua, mereka memilih mengangkat kearifan lokal Sula.

“Untuk penampilan pertama kami menggunakan pakaian ala Polri yang dimodifikasi sedikit. Pada penampilan kedua ini kami lebih memberikan sentuhan kearifan lokal Sula,” ujar Anti kepada awak media, Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, batik khas Sula yang digunakan dalam penampilan tersebut bukan sekadar busana, melainkan bagian dari pesan untuk menunjukkan bahwa budaya daerah dapat dipadukan dengan kreativitas generasi muda.

“Batik ini kami lukis sendiri. Kami ingin membawa sesuatu yang menjadi ciri khas Sula dalam penampilan kami,” katanya.

Tim Poco-Poco AFA Sula berada di bawah arahan Anti Tan selaku manajer dan Mariska Buamona sebagai asisten manajer. Anggota tim terdiri dari Nengsi Rumalean, Ayunda Umnailo, Gita Umagapi, Nafila Aslam, Sumiyati Makasar, Audea Olong, Ruslina Guns, dan Rasti.

Dari Suporter Argentina ke Panggung Poco-Poco

AFA Sula sebelumnya dikenal sebagai kelompok suporter yang memiliki kecintaan terhadap Tim Nasional Argentina. Semangat kebersamaan dan kreativitas yang selama ini mereka tunjukkan dalam dunia suporter kini mereka bawa ke panggung Poco-Poco.

Jika sebelumnya sepak bola menjadi ruang ekspresi, kali ini mereka menyalurkannya melalui seni gerak, kreativitas busana, dan kearifan lokal Sula.

Bagi AFA Sula, keikutsertaan dalam lomba Poco-Poco bukan hanya tentang mengejar kemenangan. Mereka ingin menjadikan panggung tersebut sebagai ruang untuk memperkenalkan sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya daerah.

Soal target juara, Anti Tan mengakui seluruh peserta yang masuk final tentu memiliki keinginan menjadi yang terbaik. Namun, keputusan akhir berada di tangan dewan juri.

“Pasti semua yang bertanding ingin juara. Tapi itu murni menjadi kewenangan dewan juri. Kami dan teman-teman siap menampilkan kreasi terbaik dan semoga bisa menghibur warga Sula,” ujarnya.

Ia berharap penampilan AFA Sula dapat memberikan warna tersendiri dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus menunjukkan bahwa semangat nasionalisme dapat diwujudkan melalui kreativitas dan pelestarian budaya lokal.

Dari komunitas suporter Argentina, AFA Sula kini tampil membawa identitas daerah. Mereka ingin membuktikan bahwa semangat kebersamaan, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya dapat berjalan beriringan dalam merayakan kemerdekaan.