TOBELO — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Halmahera Utara menggelar Doa Bersama Oikumenis untuk Pemulihan Kemarau yang berlangsung di Graha Bethany Tobelo pada Kamis (03/09/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pergumulan spiritual bersama di tengah situasi kemarau panjang yang melanda wilayah Halmahera Utara.
Ibadah yang berlangsung dengan hikmat ini menghadirkan Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH), Pdt. Dr. Demianus Ice, S.H., M.Th., sebagai pelayan firman. Sejumlah pejabat Daerah dan tokoh Agama lintas denominasi Gereja turut hadir, di antaranya ketua sinode pusat pelayanan WKO Pdt. Anselmus Puasa, M.Th, Pimpinan dan pengurus Aras PGPI Prov Malut Pengurus PGLII Prov. Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Utara Drs. Erasmus Joseph Papilaya, M.TP, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Kristen Kantor Kemenag Halmahera Utara Heidelberg Loleng, S.Ag., M.Si., serta para pendeta, Gembala Jemaat se-wilayah Tobelo dan sekitarnya.
Mengutip kitab Kejadian 8:22, Pdt. Demianus Ice menyoroti tatanan tertib kosmos dan siklus alam yang diciptakan Allah. Ia mengingatkan bahwa Tuhan adalah Allah yang tidak pernah berhenti bekerja dan mengatur bumi dengan bijaksana.
Di tengah dampak fenomena kemarau yang telah berlangsung selama tiga bulan serta imbas El Nino, Pdt. Demianus mengajak umat untuk bersatu, jujur dalam berdoa, dan berserah sepenuhnya kepada Allah Sang Pencipta Musim.
”Ilmu pengetahuan tidak bisa mengatasi sendiri, kita harus percaya kepada Allah Sang Pencipta yang punya kuasa mengatur musim ini. Ini menjadi refleksi sekaligus aksi iman kita,” tegasnya.
Beliua melanjutkan Musim menciptakan siklus yang berkaitan satu dengan lainnya. Bencana alam ini hanya dapat selesai oleh Dia yang mengatur musim. Karena itu, percayalah kepada Sang Pencipta yang memiliki kuasa atas iklim dan pergeseran musim ini,” puji dan seru Pdt. Demianus di hadapan para jemaat.
Penyelenggara kegiatan, Heidelberg Loleng, mewakili Kepala Kantor Kemenag Kab. Halmahera Utara, menyampaikan apresiasi mendalam atas solidaritas para pelayan dan Hamba Tuhan. Ia mengungkapkan bahwa Kemenag telah menginisiasi gerakan doa secara serentak pada hari ini. Tadi pagi berlokasi di lapangan Kodim 1508 diselenggarakan Sholat Istisqa dan malam ini kita melakukan ibadah pergumulan bersama bersama para Pendeta, Gembala Jemaat dan Umat Kristen.
ibadah ini bukan sekadar kegiatan seremonial keagamaan, tetapi merupakan panggilan iman untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan hidup dan memperkuat solidaritas sosial di tengah situasi yang sedang dihadapi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Utara berharap terbangun kesadaran bersama bahwa upaya menghadapi perubahan kondisi alam tidak hanya dilakukan melalui langkah-langkah teknis dan kebijakan, tetapi juga melalui pendekatan spiritual yang mengajak seluruh umat untuk mempererat hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam ciptaan.
Sementara itu, Sekda Halmahera Utara, Drs. Erasmus Joseph Papilaya, M.TP, mewakili Bupati, menekankan pentingnya memaknai doa melalui tindakan nyata. Ia menguraikan akronim DOA sebagai Damai (Tri Damai: dengan Tuhan, sesama, dan alam), Oikumenis (menembus batas), dan Amanat Agung Pelayanan.
Di tengah kondisi darurat yang mencatat lebih dari 30 titik api dengan luas lahan terbakar mencapai 250 hektar, Sekda mengimbau seluruh elemen masyarakat dan tokoh agama untuk tidak berpangku tangan. Seluruh jemaat dan masyarakat diminta bergandengan tangan menanggulangi karhutla, tidak hanya mengandalkan tim BPBD atau Manggala beliau Menegaskan komitmen serius pemerintah tentang keadaan ini , Tokoh agama diminta mengedukasi jemaat agar senantiasa waspada dan sigap jika terjadi kebakaran di lingkungan sekitar.


Tinggalkan Balasan