HALTIM – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Halmahera Timur bersama Polres Halmahera Timur (Haltim) melaksanakan panen raya jagung kering di Desa Tobo, Kecamatan Wasile Timur, sebagai bagian dari program penguatan ketahanan pangan daerah.

Panen raya tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Halmahera Timur AKBP Bobby Kusuma, Bupati Halmahera Timur yang diwakili Kepala Dinas Sosial Ali Sodikin, Ketua PDM Haltim Ali Mohaidori, serta Ketua Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku Utara Muhammad Fadli.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Sosial Haltim, Ali Sodikin, yang mewakili Bupati Halmahera Timur, menyampaikan apresiasi atas sinergi antara Pemuda Muhammadiyah dan Polres Haltim dalam mendukung program ketahanan pangan.

“Atas nama Pemerintah Daerah, kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, apalagi berkaitan langsung dengan penguatan ketahanan pangan. Kami berharap kerja sama produktif antara Pemuda Muhammadiyah dan Polres Haltim dapat terus berlanjut ke depan,” ujar Ali Sodikin.

Sementara itu, Kapolres Halmahera Timur AKBP Bobby Kusuma menjelaskan bahwa program penanaman hingga panen jagung ini merupakan kerja sama antara jajaran Polres dan Pemuda Muhammadiyah di seluruh kabupaten/kota.

“Panen di Halmahera Timur ini merupakan yang kedua setelah Kota Ternate, dan akan dilanjutkan di kabupaten lainnya di Maluku Utara,” jelas Bobby.

Ia berharap ke depan pemerintah daerah serta perusahaan tambang yang beroperasi di Halmahera Timur dapat turut berkolaborasi dalam program tersebut.

“Ini adalah bagian dari program nasional dalam rangka mendukung swasembada pangan. Kami berharap ada dukungan dari pemerintah daerah dan pihak perusahaan agar program ini bisa lebih maksimal,” terangnya.
Bobby juga menegaskan bahwa kegiatan penanaman jagung akan terus dilakukan secara berkelanjutan di seluruh kecamatan yang ada di Halmahera Timur.

“Ini adalah kegiatan perdana kami bersama Pemuda Muhammadiyah dan akan terus berlanjut. Harapannya seluruh kecamatan dapat melaksanakan program serupa dan semua pihak terlibat aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional sesuai arahan Presiden,” ujarnya.

Terkait pemasaran hasil panen, Bobby menyampaikan bahwa jagung kering yang dipanen akan dipasarkan melalui tengkulak maupun Bulog, apabila telah memenuhi standar yang ditetapkan.

“Ke depan, kami juga merencanakan pembangunan gudang penampungan hasil panen jagung di wilayah Wasile, agar hasil produksi dapat ditampung sebelum dipasarkan. Ini masih akan kita kaji dan lihat perkembangannya,” tutup Bobby.