TIDORE – Memasuki bulan suci Ramadan, suasana sore hari di Kota Tidore Kepulauan tampak berbeda. Salah satu tradisi yang tak pernah terlewatkan adalah berburu takjil untuk berbuka puasa.
Menjelang waktu berbuka, sejumlah titik penjualan takjil dipadati warga. Namun, Pasar Selawaring yang berada di Kelurahan Rum Balibunga menjadi salah satu lokasi paling ramai dikunjungi.
Letaknya yang strategis, berdekatan dengan Pelabuhan Rum, menjadikan kawasan ini sebagai tempat persinggahan warga yang hendak menuju Ternate maupun sebaliknya. Tak heran, setiap sore lapak-lapak pedagang dipenuhi pembeli.
Salah satu warga, Rahmat, mengaku hampir setiap hari membeli takjil di lokasi tersebut selama Ramadan.
“Kalau sore-sore sudah jadi kebiasaan torang (kami) beli kue di sini untuk berbuka puasa,” ungkapnya saat ditemui di lokasi.
Beragam jajanan tradisional dan modern tersedia di Pasar Selawaring. Mulai dari nasi jaha, kue lapis khas Tidore, asida, brownies, hingga aneka kue basah dan minuman segar lainnya tersaji menggugah selera.
Para pedagang biasanya mulai membuka lapak sejak pukul 14.00 WIT. Meski masih siang, warga sudah berdatangan untuk membeli.
“Dari jam dua siang torang sudah buka. Alhamdulillah, baru buka orang-orang sudah mulai datang beli,” ujar salah satu pedagang takjil.
Ia menambahkan, lapak takjil di Pasar Selawaring akan terus beroperasi sepanjang bulan Ramadan dan tutup setelah bulan suci berakhir.
“Jadi orang-orang sudah tahu, dari awal puasa sampai akhir itu dorang selalu datang beli kue di sini,” tuturnya.
Tradisi berburu takjil ini tidak hanya menjadi bagian dari persiapan berbuka puasa, tetapi juga menjadi momen silaturahmi dan penggerak ekonomi bagi para pedagang lokal di Kota Tidore Kepulauan.







Tinggalkan Balasan