HALTIM – Komisi I DPRD Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Halmahera Timur, Kamis (9/7/2026), sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat mengenai sering kosongnya stok obat serta untuk meninjau pengelolaan anggaran rumah sakit.
Dalam sidak tersebut, rombongan Komisi I terlebih dahulu meninjau gedung baru RSUD Haltim sebelum menggelar pertemuan dengan Direktur RSUD beserta jajaran manajemen.
Ketua Komisi I DPRD Haltim, Dirwan Din, mengatakan sidak dilakukan setelah pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat yang mengeluhkan minimnya ketersediaan obat di rumah sakit. Kondisi itu membuat pasien harus membeli obat di apotek di luar RSUD.
“Kami mendatangi RSUD karena ada keluhan masyarakat terkait kebutuhan obat. Banyak pasien yang berobat, tetapi obat yang dibutuhkan tidak tersedia sehingga mereka diarahkan membeli di apotek di luar rumah sakit. Padahal masyarakat beranggapan bahwa jika layanan pengobatan gratis, seharusnya mereka tidak lagi mengeluarkan biaya untuk membeli obat di luar,” ujar Dirwan.
Dari hasil pertemuan dengan manajemen RSUD, Komisi I memperoleh penjelasan bahwa terbatasnya stok obat dipengaruhi oleh pemangkasan anggaran pada saat pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Menurut Dirwan, anggaran operasional rumah sakit yang semula diusulkan sebesar Rp1,2 miliar hanya disetujui sekitar Rp600 juta. Sementara itu, anggaran pengadaan obat yang diajukan sebesar Rp2,4 miliar hanya terealisasi sekitar Rp1,4 miliar.
Ia menilai kondisi tersebut berdampak langsung pada pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya dalam penyediaan obat-obatan.
Karena itu, Komisi I DPRD Haltim berkomitmen memperjuangkan penambahan anggaran pengadaan obat agar menjadi salah satu prioritas dalam pembahasan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.
“Keluhan masyarakat ini akan kami sampaikan kepada pemerintah daerah agar menjadi program prioritas pada pembahasan anggaran perubahan nanti. Kami berharap persoalan kekurangan obat di RSUD dapat segera diatasi sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” tegas Dirwan.




Tinggalkan Balasan