SOFIFI – Panggung Malam Keakraban (Makrab) Universitas Bumi Hijrah (Unibrah) menjadi ruang ekspresi bagi Komunitas Seni Sastra SMA Negeri 5 Halmahera Barat untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekuatan sastra kepada kalangan mahasiswa.
Melalui pertunjukan baca puisi, para pelajar tersebut menghadirkan karya sastrawan nasional hingga penyair lokal. Penampilan mereka tidak sekadar menjadi hiburan dalam kegiatan Makrab, tetapi juga membawa pesan kemanusiaan, kebangsaan, dan kecintaan terhadap karya sastra.
Tiga penampilan istimewa mewarnai panggung Makrab. Jessica Alfira Amor membuka ruang apresiasi sastra dengan membawakan puisi Sagu Ambon karya W.S. Rendra. Puisi tersebut menyampaikan nilai-nilai kehidupan, persaudaraan, dan kemanusiaan yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
Selanjutnya, Alfitri tampil membacakan puisi Kita adalah Pemilik Sah Republik Ini karya Taufiq Ismail. Melalui karya tersebut, ia menyuarakan semangat kebangsaan sekaligus mengingatkan generasi muda tentang tanggung jawab dalam menjaga masa depan Indonesia.
Sementara itu, Filza dan Ijan turut memeriahkan panggung dengan membawakan puisi dari kumpulan Akrostik A–Z karya Rafsanjani Hi. Laha. Penampilan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap karya penyair lokal sekaligus menunjukkan bahwa sastra daerah memiliki potensi untuk tumbuh dan memperoleh tempat di ruang-ruang akademik.
Kehadiran karya sastra lokal di tengah pertunjukan tersebut juga memperlihatkan pentingnya memberikan ruang bagi para penyair daerah agar karya mereka semakin dikenal dan diapresiasi oleh generasi muda.
Dukungan Sekolah untuk Kreativitas Pelajar
Kepala SMA Negeri 5 Halmahera Barat, Ifana Idrus, S.Pd., memberikan dukungan terhadap keterlibatan Komunitas Seni Sastra dalam kegiatan Makrab di Universitas Bumi Hijrah.
Menurutnya, kegiatan semacam ini merupakan ruang positif bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi, kreativitas, kepercayaan diri, serta kemampuan berkomunikasi melalui seni dan sastra.
Dukungan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen sekolah dalam mendorong peserta didik agar tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga mampu berkarya, menjaga budaya literasi, dan berani menyampaikan gagasan di ruang publik.
Sekolah berharap Komunitas Seni Sastra SMAN 5 Halmahera Barat terus berkembang menjadi wadah lahirnya generasi muda yang kritis, kreatif, berkarakter, dan memiliki kecintaan terhadap dunia literasi.
Sastra sebagai Suara Generasi Muda
Partisipasi Komunitas Seni Sastra SMAN 5 Halmahera Barat dalam Makrab Unibrah menjadi gambaran bahwa proses pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Panggung seni juga dapat menjadi ruang pembelajaran untuk mengasah kepekaan sosial, membangun keberanian, dan menyampaikan gagasan melalui karya.
Pertemuan pelajar dan mahasiswa dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring literasi sekaligus menumbuhkan semangat generasi muda untuk terus membaca, menulis, berkarya, dan mengapresiasi sastra.
Lebih dari sekadar merangkai dan membacakan kata, sastra menjadi medium untuk menyuarakan kegelisahan, merekam realitas sosial, serta menyampaikan harapan tentang masa depan. Melalui puisi, generasi muda memiliki kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan memperkenalkan nilai-nilai yang mereka yakini kepada masyarakat.
Penampilan Komunitas Seni Sastra SMAN 5 Halmahera Barat di panggung Makrab Unibrah pun menjadi pengingat bahwa karya sastra akan terus hidup selama ada generasi yang bersedia membaca, menafsirkan, dan menyuarakannya.
Bagi Komunitas Seni Sastra SMAN 5 Halmahera Barat, berkarya bukan sekadar tampil di atas panggung, melainkan juga menjaga suara sastra agar tetap hidup di tengah generasi muda.





Tinggalkan Balasan