TIDORE KEPULAUAN – Kilasanindonesia.com. Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.H., melaksanakan kegiatan Quick Wins I melalui program Polisi Peduli Pendidikan (Polidik) di SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan, Senin (2/11/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran para pelajar tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari segala bentuk kekerasan dan perundungan (bullying). Kegiatan yang berlangsung di lapangan SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan tersebut diikuti oleh kepala sekolah, dewan guru, serta seluruh siswa-siswi. Dalam kegiatan itu, Kapolda Maluku Utara bertindak sebagai pembina upacara dan didampingi sejumlah pejabat utama Polda Maluku Utara.
Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan bahwa kehadiran Polri melalui program Polisi Peduli Pendidikan merupakan wujud nyata pelaksanaan program prioritas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Melalui program tersebut, Polri tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam melindungi, mendampingi, serta membangun karakter generasi muda. Kapolda menekankan bahwa perundungan bukan sekadar candaan atau gurauan antarteman. Tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak serius terhadap kondisi psikologis, kepercayaan diri, hingga prestasi akademik korban.

Ia juga menjelaskan bahwa perundungan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari kekerasan fisik, verbal, sosial, hingga perundungan siber (cyberbullying) yang dilakukan melalui media sosial maupun platform digital. Dalam arahannya, Kapolda menyampaikan tiga pesan penting kepada para pelajar. Pertama, bagi siswa yang melakukan perundungan agar segera menghentikan segala bentuk tindakan tersebut dan mulai belajar menghargai sesama. Kedua, bagi siswa yang menjadi korban agar tidak takut berbicara serta berani melaporkan kejadian yang dialami kepada guru, orang tua, maupun pihak kepolisian. Ketiga, bagi para saksi agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut membantu korban dan melaporkan tindakan perundungan.
Selain itu, Kapolda mengingatkan bahwa perundungan bukan persoalan sepele. Dalam kondisi tertentu, tindakan tersebut dapat menimbulkan konsekuensi hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kapolda juga mengajak kepala sekolah dan seluruh dewan guru untuk meningkatkan pengawasan terhadap interaksi antarsiswa serta menyediakan ruang pengaduan yang aman dan nyaman. Dengan demikian, setiap siswa dapat menyampaikan permasalahan yang dihadapi tanpa rasa takut maupun tekanan.

Kepada seluruh pelajar, Kapolda berpesan agar senantiasa menjadi generasi muda yang cerdas, berkarakter, bermoral, menjunjung tinggi toleransi, serta mampu saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Mengakhiri amanatnya, Kapolda mengajak seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan untuk bersama-sama mendukung program Polisi Peduli Pendidikan dengan menggelorakan semangat “Stop Bullying! Wujudkan Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Berprestasi!”
Melalui kegiatan tersebut, Polda Maluku Utara berharap terbangun kesadaran dan komitmen bersama antara kepolisian, tenaga pendidik, serta para pelajar dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif, aman, dan kondusif, sekaligus mendukung lahirnya generasi muda Maluku Utara yang unggul, berkarakter, dan berintegritas. Ujarnya (Bur/Lps).



Tinggalkan Balasan