SANANA — Menyambut penilaian Lomba Adipura, puluhan warga Desa Waiboga, Kecamatan Sulabesi Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, menggelar kerja bakti membersihkan gorong-gorong dan saluran air di sepanjang jalan lingkungan dusun, Minggu (18/10/2026) pagi.

Kegiatan yang melibatkan warga dari RW 1 hingga RW 6 ini menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya mengantisipasi genangan air saat musim hujan.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Waiboga, Wahab Tidore, mengatakan kerja bakti tersebut dilakukan untuk mempersiapkan lingkungan desa menjelang penilaian Lomba Adipura. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjaga kebersihan dan menciptakan lingkungan yang sehat.

“Kerja bakti ini dalam rangka menyambut Lomba Adipura. Jadi, saya mengajak warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Wahab.

Ia menjelaskan, terdapat tiga desa di Kecamatan Sulabesi Tengah yang masuk dalam daftar penilaian Lomba Adipura, yakni Desa Waiboga, Desa Umaga, dan Desa Soamole. Karena itu, menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman.

Warga bergotong royong membersihan drainase.

Dalam kerja bakti tersebut, warga memusatkan perhatian pada pembersihan gorong-gorong dan saluran air dari tumpukan sampah, lumpur, serta material tanah yang berpotensi menghambat aliran air.

“Target kita, semua gorong-gorong yang ada di lingkungan warga harus bersih dari sampah. Lumpur yang menumpuk juga kita angkut agar saluran air bisa berfungsi dengan baik,” ungkapnya.

Wahab menuturkan, kegiatan pembersihan saluran air itu telah direncanakan sebelumnya. Pasalnya, sejumlah saluran di lingkungan permukiman warga mengalami penumpukan material tanah yang dapat menghambat kelancaran aliran air, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Melalui kerja bakti bersama, pemerintah desa dan masyarakat berupaya memastikan saluran air tetap berfungsi optimal sehingga risiko genangan dapat diminimalkan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya dilakukan menjelang perlombaan, melainkan harus menjadi kebiasaan sehari-hari.

Wahab menegaskan, pemerintah desa akan terus mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan, termasuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai maupun saluran air. Menurutnya, perilaku tersebut dapat menyebabkan penyumbatan dan mengganggu kelancaran aliran air.

Kekompakan warga Desa Waiboga membersihan saluran air.

Ia juga menilai, kerja bakti merupakan salah satu cara untuk memperkuat sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus mengantisipasi potensi banjir pada musim hujan.

“Dengan gotong royong, pekerjaan bisa selesai lebih cepat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kekompakan antarwarga,” katanya.

Di akhir keterangannya, Wahab berharap semangat gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari budaya masyarakat tetap terpelihara dan terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap masyarakat desa kembali menghidupkan semangat gotong royong dan kerja bakti, karena itu merupakan budaya kita yang harus terus dijaga,” tutupnya.