HALTIM – Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) memastikan belum mengambil keputusan untuk merumahkan tenaga honorer. Hingga saat ini, pemerintah daerah masih mengkaji berbagai alternatif guna mencari solusi terbaik agar para tenaga honorer tetap dapat bekerja.
Bupati Halmahera Timur mengatakan, Pemkab lebih mengedepankan langkah-langkah strategis dan preventif sebelum menentukan kebijakan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk mendata seluruh tenaga honorer di setiap sekolah.
“Kami masih memikirkan langkah-langkah taktis lainnya. Saya telah memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan untuk mendata seluruh tenaga honorer di setiap sekolah, kemudian dipisahkan antara sekolah yang berada di wilayah tambang dan yang berada di luar wilayah tambang,” ujarnya.
Menurut Bupati, pendataan tersebut menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang tepat, termasuk menjajaki dukungan dari pihak ketiga sebagai salah satu skema pembiayaan tenaga honorer.
“Skemanya bisa menggunakan dukungan dari pihak ketiga. Jadi, kami belum berada pada posisi untuk merumahkan tenaga honorer, tetapi masih mencari langkah dan strategi lain,” katanya.
Ia menegaskan, hingga saat ini pemerintah daerah masih membuka ruang diskusi dengan berbagai pihak untuk memperoleh solusi yang dapat diterima bersama. Sejumlah formula telah disiapkan, namun belum ada keputusan final.
“Kami baru menawarkan beberapa formula, jadi belum ada kesepakatan. Ini masih menjadi bahan pembahasan, siapa tahu ada kesepahaman. Namun, untuk merumahkan tenaga honorer, saya belum sampai pada keputusan itu,” pungkasnya.
Dengan demikian, Pemkab Halmahera Timur menegaskan bahwa kebijakan terkait tenaga honorer masih dalam tahap pembahasan dan belum ada keputusan resmi mengenai perumahan tenaga honorer.



Tinggalkan Balasan