SOFIFI — Di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Ibu Kota Sofifi dalam sepekan terakhir, jajaran Bidang Penanganan Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Maluku Utara turun langsung membantu melindungi masyarakat. Sebanyak 600 masker dibagikan secara gratis kepada warga, Selasa (14/10/2026).
Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Petugas Damkar tidak hanya berjibaku memadamkan api, tetapi juga mengambil langkah preventif untuk mengurangi risiko paparan asap terhadap masyarakat.
Pembagian masker dipusatkan di tiga lokasi dengan aktivitas masyarakat yang cukup padat, yakni di depan Kantor Pos Pemadam Kebakaran, Pasar Galala, dan Pelabuhan Feri Galala.
Sasaran utama kegiatan ini adalah kelompok rentan, seperti anak-anak sekolah, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia). Selain itu, masker juga dibagikan kepada pengemudi ojek, pedagang kaki lima, pengendara, serta masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
Kepala Bidang Penanganan Kebakaran Satpol PP Provinsi Maluku Utara, Ludfi Hamid Tjan, yang memimpin langsung kegiatan itu, mengatakan bahwa perlindungan terhadap masyarakat menjadi bagian penting dari tugas Damkar di tengah situasi darurat kabut asap.
“Tugas kami bukan hanya memadamkan api, tetapi juga menyelamatkan napas warga. Asap karhutla ini mengandung partikel debu halus yang berbahaya, terutama bagi anak-anak. Karena itu, kami berinisiatif membagikan masker kepada masyarakat sekaligus mengimbau mereka agar menggunakannya,” ujar Ludfi.
Pantauan di lapangan menunjukkan, pembagian masker tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Petugas bahkan membantu memakaikan masker kepada sejumlah anak sekolah yang hendak beraktivitas tanpa pelindung pernapasan. Warga juga diberikan edukasi mengenai cara menggunakan masker dengan benar.
Salah seorang warga asal Halmahera Utara, Siti, mengaku terbantu dengan aksi tersebut. Ia mengatakan anaknya mengalami batuk selama dua hari terakhir, sementara masker yang hendak dibeli di kios tidak tersedia.
“Alhamdulillah, terima kasih, Pak Damkar. Anak saya memang batuk-batuk dua hari ini karena asap. Tadi mau beli masker di kios, tetapi kosong,” ungkap Siti saat melintas menggunakan mobil.
Ludfi juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara atas bantuan masker yang diberikan setelah pihak Damkar mengajukan permohonan dukungan.
Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bentuk sinergi antarlembaga dalam merespons dampak kabut asap yang mengancam kenyamanan dan kesehatan masyarakat.
Ia berharap kerja sama antara Damkar dan Dinas Kesehatan dapat terus diperkuat, tidak hanya dalam penanganan kabut asap, tetapi juga dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan penanggulangan keadaan darurat lainnya.
Selain membagikan masker, petugas Damkar turut menyosialisasikan bahaya membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kabut asap menebal, terutama bagi kelompok rentan.
Jika kondisi karhutla dan kabut asap masih berlanjut, Damkar berencana memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendukung langkah lanjutan, termasuk kemungkinan penyediaan posko kesehatan dan pembagian masker tambahan.
Ludfi menegaskan, pihaknya akan terus menjalankan tugas pemadaman sekaligus mengambil langkah perlindungan bagi masyarakat selama situasi tersebut berlangsung.
“Kami Damkar tetap gas full. Api kami padamkan, warga kami lindungi,” tutup Ludfi.





Tinggalkan Balasan