SOFIFI – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bumi Hijrah (BEM Unibrah) Tidore Kepulauan mengecam keras pernyataan Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara yang melabeli masyarakat adat Maba Sangaji sebagai “preman” karena memperjuangkan sumber-sumber penghidupan mereka.
Presiden BEM Unibrah, Amirudin A. Muhammad, menilai pernyataan tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga menunjukkan keberpihakan Polda Malut terhadap perusahaan tambang nikel PT Position, yang dituding telah merusak hutan dan sungai di wilayah adat Maba Sangaji.
“Apa yang dilakukan warga adalah bentuk kecintaan terhadap lingkungan dan sumber-sumber penghidupan yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka,” kata Amirudin dalam keterangannya, Selasa (21/5).
Ia menegaskan bahwa kerusakan hutan dan sungai akibat aktivitas PT Position telah memicu kemarahan warga, yang kemudian berjuang mempertahankan hak atas wilayah adat mereka. Namun alih-alih dilindungi, 11 warga justru ditangkap, mengalami kekerasan, dan ditetapkan sebagai tersangka.
“Penangkapan paksa dan penetapan tersangka terhadap 11 warga Maba Sangaji menunjukkan bahwa kehadiran Polda Malut justru seperti centeng korporasi tambang, bukan pelindung masyarakat,” tegasnya.
BEM Unibrah mendesak Polda Malut untuk segera membebaskan 11 warga Maba Sangaji tanpa syarat. Mereka menilai perjuangan warga merupakan bagian dari hak konstitusional masyarakat adat yang dijamin dalam UUD 1945.
“Pasal 28H ayat (1) UUD 1945 jelas menyatakan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin serta mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat,” tambah Amirudin.
Selain itu, ia juga mengutip UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang menjamin hak masyarakat untuk memperjuangkan lingkungan tanpa takut dikriminalisasi.
“Atas dasar itu, kami menuntut Polda Malut menghentikan segala bentuk pembungkaman dan kriminalisasi terhadap warga yang memperjuangkan hak atas lingkungan. Jika tidak, maka gerakan perlawanan dari masyarakat adat dan mahasiswa di Maluku Utara akan semakin besar,” tandasnya.







Tinggalkan Balasan