SANANA — Aliansi Masyarakat Kawata Bersatu (AMKB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Kepulauan Sula, Senin (24/8/2026) pagi. Massa mendesak kepolisian segera mengungkap secara menyeluruh pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus kematian RU di Desa Waihama, Kecamatan Sanana.

Dalam aksi tersebut, massa meminta Polres Kepulauan Sula menuntaskan penyelidikan dan memastikan seluruh pihak yang diduga terlibat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Koordinator aksi, Muhammad Idra Faudu, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan aksi damai. Namun, pihaknya meminta kepolisian tidak berhenti pada tersangka yang telah diamankan, melainkan mengungkap seluruh aktor yang diduga terlibat.

«“Aksi ini adalah aksi damai. Kami menuntut kepada pihak kepolisian agar pelaku yang terlibat harus diberi hukuman yang setimpal. RU dibunuh dan dibuang,” tegas Idra.»

Menurut Idra, kematian RU diduga bukan sekadar tindak pidana biasa. Ia menduga terdapat upaya untuk merekayasa kematian korban setelah peristiwa tersebut terjadi.

“Ini kami menduga sebagai pembunuhan berencana. Setelah RU dibunuh, ada dugaan pihak-pihak tertentu berupaya merekayasa kematiannya. Namun, upaya tersebut akhirnya berhasil diungkap oleh Polres Kepulauan Sula,” ujarnya.

Selain itu, AMKB meminta kepolisian melakukan pemeriksaan medis atau visum terhadap RH untuk memastikan secara hukum isu yang berkembang mengenai dugaan kekerasan seksual sebelum kematian RU.

Idra menilai kepastian mengenai isu tersebut penting agar tidak berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat.

“Kami meminta pihak kepolisian memastikan secara medis apakah benar ada dugaan pemerkosaan terhadap RH atau tidak. Jangan sampai isu yang berkembang di masyarakat justru menimbulkan spekulasi dan memperkeruh keadaan,” katanya.

Dalam orasinya, Idra juga meminta masyarakat tetap menahan diri. Ia mengingatkan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik antarkelompok maupun antar-desa.

“Kami masyarakat Desa Kawata sangat dewasa dalam persoalan hukum. Tetapi jangan memancing amarah dan kesabaran kami. Kami meminta kepolisian sigap mengungkap seluruh pihak yang terlibat,” tegasnya.

Namun, Idra juga menyampaikan pernyataan keras bahwa apabila proses hukum tidak berjalan sebagaimana mestinya, pihaknya khawatir situasi dapat memicu tindakan massa.

“Kalau kepolisian tidak sigap dalam mengungkap para pelaku yang terlibat, jangan salahkan kami jika masyarakat mengambil langkah lain. Karena itu, kami meminta persoalan ini ditangani secara serius dan profesional,” ujarnya.

Kapolres Gelar Hearing Terbuka

Merespons tuntutan massa, Kapolres Kepulauan Sula AKBP Handres menggelar hearing terbuka bersama perwakilan AMKB.

Kapolres menyampaikan apresiasi kepada massa aksi yang telah menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pihak kepolisian.

“Terima kasih banyak bapak dan ibu massa aksi sudah datang berkunjung ke Polres Kepulauan Sula. Saya baru seminggu di Sula. Terkait tuntutan massa aksi, kami sudah menyurat kepada jaksa untuk diadakan penyidikan. Jadi, siapa saja yang bersembunyi akan terungkap,” ungkap Handres.

Handres menegaskan, kepolisian akan terus mendalami kasus kematian RU hingga tuntas. Ia memastikan setiap pihak yang terbukti terlibat akan diproses berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang diperoleh.

“Atas nama lembaga kepolisian, kami akan lidik kasus kematian ini hingga tuntas. Apabila hasil penyidikan membuktikan para pelaku melakukan tindak pidana pembunuhan berencana, maka akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Hearing antara kepolisian dan massa aksi kemudian berakhir dengan penyampaian kembali tuntutan AMKB agar kasus tersebut diusut secara transparan.

Koordinator AMKB, Idra Faudu, menegaskan pihaknya akan terus mengawal perkembangan perkara tersebut.

“Kasus ini harus diungkap secara terang-terangan. Aktor-aktor yang terlibat harus ditangkap. Kami menuntut keadilan dan para pelaku yang terbukti terlibat harus dijerat dengan pasal yang sesuai, termasuk jika terdapat lebih dari satu tindak pidana,” ujarnya.

Ia menambahkan, AMKB akan terus mengawal proses hukum hingga kasus kematian RU benar-benar tuntas.

“Kami atas nama Aliansi Masyarakat Kawata Bersatu akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas,” tutup Idra.